Minggu, 03 Maret 2019

OPINI PUBLIK



OPINI PUBLIK

Opini publik adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesis dari pendapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. Agregatdari sikap dan kepercayaan ini biasanya dianut oleh populasi orang dewasa.[butuh rujukan]
Dalam menentukan opini publik, yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya (numerical majority) namun mayoritas yang efektif (effective majority).[butuh rujukan] Subyek opini publik adalah masalah baru yang kontroversial di mana unsur-unsur opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru.[butuh rujukan]
Pendekatan prinsip terhadap kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:
1.   pengukuran kuantitatif terhadap distribusi opini[butuh rujukan]
2.   penelitian terhadap hubungan internal antara opini individu yang membentuk opini publik pada suatu permasalahan[butuh rujukan]
3.   deskripsi tentang atau analisis terhadap peran publik dari opini publik[butuh rujukan]
4.   kajian baik terhadap media komunikasi yang memunculkan gagasan yang menjadi dasar opini maupun terhadap penggunaan media oleh pelaku propaganda dan manipulasi.[butuh rujukan]


Dalam kegiatan Humas

* Pengertian public
   Public adalah kelompok atau orang-orang yang berkomunikasi dengan suatu organisasi, baik secara  internal maupun eksternal. (jefkins,2003:80)`

* Pengertian Public 
   Public adalah sejumlah orang yang dengan suatu cara mempunyai pandangan yang sama mengenai suatu masalah, setidak bta mempunyai kepentingan yang sama tentang suatu hal. sejumlah orang tersebut yang satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal, tetapi sebenarnya mempunyai perhatian dan minat yang sama terhadap suatu masalah (Ardianto, 2004:124)

* Kategori Public 
   Dalam PR, publik dapat diklasifikasi kedalam beberapa kategori 
   - Public internal dan eksternal
   - Public primer, Public sekunder, public marjinal
   - public tradisional dan public potensial
   - public pendukung, penentang, dan tidak peduli

* Public kunci dalam organisasi
  1. Board of director (direktur pengelola)
  2. Clerical employees (karyawan tatausaha atau public administrasi)
  3. Employee families (keluarga karyawan)
  4. Manager/Supervisor (manajer/para pegawai)
  5. press (pers/media massa)
  6. steckholders (pemegang saham)
  7. Investment community (komunitas penanam modal)
  8. competitors (pesaing)
  9. suppliers (pemasok)
 10. Special interest groups (kelompok-kelompok kepentingan tertentu)
 11. community (komunitas)
 12. International community (Komunitas internasional)
 13. Bank. insurers (bank-bank pinjaman ansuransi)
 14. trade associations (assosiasi perdagangan)
 15. dealers / Distributors
 16. coustumer (palanggan)
 17. federal state, local legislator (pejabat pusat negara anggota legislatif daerah atau lokal)

Cara Mengetahui Adanya Opini Publik

   
Tahun 1965 sewaktu pembrontakan GESTAPU/PKI ada pertentangan antara PKI dan pendukung Pancasila yang kemudian menjadi Orde Baru. Pertentangan terjadi setelah mendengar bahwa ada pembunuhan terhadap para Jendral oleh PKI.[butuh rujukan] Pembrontakan PKI (GESTAPU/PKI) berlangsung di mana-mana, akan tetapi langsung dapat ditumpas.[butuh rujukan] Hal tersebut juga kita dengar dari surat kabar, radio, televisi dan film, rapat-rapat, pidato-pidato, di forum ceramah dan di mana saja.[butuh rujukan] Gejala tersebut disebut public opinion atau opini publik.[4]
Untuk memahami opini seseorang dan publik tidaklah mudah. Menurut R.P. Abelson, hal ini berkaitan dengan:
1.     Kepercayaan mengenai sesuatu (belief)[butuh rujukan]
2.     Apa yang sebenarnya dirasakan atau menjadi sikapnya (attitude)[butuh rujukan]
3.     Persepsi. Suatu pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi serta menafsirkan pesan dan persepsi merupakan pemberian makna pada stimuli inderawi.[5]

Peran Media Massa Sebagai Pembentuk Opini

Konon media pers saat ini pun telah bermetamorfosis menjadi satu kekuatan besar. Sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan dalam sebuah negara yang menganut Sistem Demokrasi. Kekuasaan dalam membentuk dan mempengaruhi opini publik membuat pers kini berdampingan dengan kekuasaan lain yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Ciri-Ciri Opini Publik

  • Ada isi, arah, dan intensitas tentang opini publik, ciri ini berkaitan opini publik terhadap tokoh politik partai dan pemimpin-pemimpin yang menduduki jabatan publik
  • Kontroversi menandai opini publik; artinya sesuatu yang tidak disetujui semua rakyat
  • Opini publik memiliki volume berdasarkan kenyataaan bahwa kontroversi ini menyentuh semua orang yang merasakan konsekuensi langsung dan tidak langsung.
  • kita tidak dapat mengatakan seberapa lama opini publik itu, tetapi opini publik yang menghasilkan kontroversi sering bertahan lebih lama, seperti dalam kampanye pemilihan umum dan lain sebagainya.

Karakteristik Opini Publik

Opini publik menjadi wakil kesepakatan yang diawali dengan sikap orang-orang tentang isu yang masih menjadi tanda tanya. Menurut Seitel dalam Soemirat dan Ardianto (2004) menerangkan bahwa sikap didasarkan pada jumlah karakteristik, antara lain:
  • Individu secara fisik emosional suatu individu termasuk kondisi, usia dan status sosial
  • Culture, lingkungan dan gaya hidup dalam area geografis tertentu, mislanya orang jepang berbeda dengan orang Amerika atau orang desa di Amerika
  • Pendidikan tingkat dan kualitas pendidikan seseorang
  • Family “people’s roof” atau semacam akar rumput seseorang
  • Religi suatu sistem kepercayaan terhadap tugan dan supranatural
  • Tingkat sosial posisi didalam masyarakat, perubahan status sosial yang dimiliki individu
  • Ras, asal etnik atau suku

Tahap Pembentukan Opini Publik

Opini publik tidak ada dengan begitu saja, menurut Ferdinan Tonnies, proses atau tahapan pembentukan opini atau proses pembentukan opini publik adalah sebagai berikut:
  • Die Liftarigen Position
    Opini publik masih didalam keadan yang tidak teratur
  • Die Fleissigen Position
    Opini telah mulai menuju ke arah pembicaraan yang lebih detail, pendapat mulai berkumpul ke arah tertentu dan jelas
  • Die Festigen Position
    Opini berada di tahap pembicaraan atau diskusi yang sudah mantap tentang suatu pendapat dan sikap yang diyakini keberadaannya.

Ruang lingkup opini public:
Berdasarkan distribusinya opini public terbagi menjadi tiga yaitu opini public yang tunggal (ungkapan rakyat) disebut opini yang banyak, opini public beberapa orang (ungkapan kelompok) disebut opini yang sedikit dan opini public banyak orang (ungkapan massa) disebut opini yang satu. Ketiganya merupakan wajah opini public yaitu opini massa, kelompok dan opini rakyat. Dengan kata lain, opini publik dapat menimbulkan kontroversi, antara pemerintah dan masyarakat sendiri. Namun, tidak jarang juga opini publik justru diarahkan untuk menguatkan kekuatan para elit politik. Dari hal itulah, opini publik juga tidak sepenuhnya mencerminkan kehendak rakyat; sesuai dengan hati nurani masing-masing individu. Arti opini publik yang pramodern dewasa ini mempunyai arti penting dalam dua hal (Bernad Hennessy, 1990). Pertama, opini publik sebagai tekanan dari teman sejawat tetap merupakan hambatan bagi keterlibatan warga negara secara penuh. Minimnya sikap toleransi terhadap pandangan minoritas pun terjadi di banyak negara. Kedua, pemerintah mempunyai sumber yang luas untuk menciptakan, memperkuat, dan mengarahkan tekanan untuk menyesuaikan diri. Oleh karena itu, para elit politik tidak akan tanggung-tanggung melakukan manipulasi informasi dan kebohongan yang blak-blakan bila “kepentingan vital” mereka dirasakan terancam. Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya segelintir orang saja yang tidak takut terisolasi jarena mereka mampu mengatakan hal yang bertentangan dengan kebijakan elit politik dan mampu membongkar kebobrokan sistem yang ada.

Tiga wajah opini publik :

1.Wajah Opini Massa
Pengungkapan yang sebagian besar tidak terorganisasi yang disebut sebagai public, komunitas, opini latar belakang, consensus, atau suasana public. Opini massa berasal dari perseorangan yang mencapai pilihan personal dan konsidensi pilihan ini melalui selektivitas konvergen, suatu alat mencapai ketertiban social yang telah di kemukakan penting dalam menghasilkan pimpinan simbolik , persuasi massa, dan komunikasi massa.
2.Wajah Opini Kelompok
Setiap kelompok merupakan public tersendiri yang dipengaruhi oleh kosekuensi pertikaian tertentu dengan berbagai cara. Wajah opini public ini muncul baik melalui alat control social yang terorganisasi (seperti propaganda) maupun melalui member dan menerima dari kelompok yang melakukan negosiasi dengan satu sama lain.
3.Wajah Opini Rakyat
Yaitu jumlah opini perseorangan seperti yang diukur oleh polling dan survei politik, kecenderungan ukuran yang lain , pilihan membeli pada konsumen pemberian suara pada pemilihan umum, dan sebagainya.
Opini public diturunkan dari proses control social, konvergensi seleksi diri, dan negosiasi serta merupakan gabungan dari kesalinglingkupan propaganda, periklanan, dan retorik media organisasi, massa dan personal.

Elemen-elemen Opini Publik

Lima elemen opini publik:
1. Isu Masyarakat yang memiliki keterkaitan dan kepentingan
2. Kompleksitas preferensi
3. Ekspresi Sejumlah orang membahasnya
4. Dua dimensi untuk melihat opini publik:
5. Preferensi: mendukung atau menolak

Intensitas: sudah mengukur seberapa jauh preferensi tersebut.
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi opini public
2. Sosialisasi politik, beserta agen-agennya
3. Budaya politik
4. Ideologi negara dan agama
5.Struktur ekonomi dan strata social
6. Struktur negara
7. Kekuatan Opini Publik

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar