OPINI PUBLIK
Opini publik adalah
pendapat kelompok masyarakat atau sintesis dari
pendapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari
pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. Agregatdari sikap dan kepercayaan ini biasanya
dianut oleh populasi orang dewasa.[butuh rujukan]
Dalam menentukan opini publik,
yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya (numerical majority) namun
mayoritas yang efektif (effective majority).[butuh rujukan] Subyek opini publik
adalah masalah baru yang kontroversial di mana unsur-unsur
opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang
bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru.[butuh rujukan]
Pendekatan prinsip terhadap
kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:
2. penelitian terhadap
hubungan internal antara opini individu yang membentuk opini publik pada suatu
permasalahan[butuh rujukan]
4. kajian baik terhadap media komunikasi yang
memunculkan gagasan yang menjadi dasar opini maupun terhadap penggunaan media
oleh pelaku propaganda dan manipulasi.[butuh rujukan]
OPINI PUBLIK
Opini publik adalah
pendapat kelompok masyarakat atau sintesis dari
pendapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari
pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. Agregatdari sikap dan kepercayaan ini biasanya
dianut oleh populasi orang dewasa.[butuh rujukan]
Dalam menentukan opini publik,
yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya (numerical majority) namun
mayoritas yang efektif (effective majority).[butuh rujukan] Subyek opini publik
adalah masalah baru yang kontroversial di mana unsur-unsur
opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang
bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru.[butuh rujukan]
Pendekatan prinsip terhadap
kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:
2. penelitian terhadap
hubungan internal antara opini individu yang membentuk opini publik pada suatu
permasalahan[butuh rujukan]
4. kajian baik terhadap media komunikasi yang
memunculkan gagasan yang menjadi dasar opini maupun terhadap penggunaan media
oleh pelaku propaganda dan manipulasi.[butuh rujukan]
Dalam kegiatan Humas
* Pengertian public
Public adalah kelompok atau orang-orang yang berkomunikasi dengan suatu organisasi, baik secara internal maupun eksternal. (jefkins,2003:80)`
* Pengertian Public
Public adalah sejumlah orang yang dengan suatu cara mempunyai pandangan yang sama mengenai suatu masalah, setidak bta mempunyai kepentingan yang sama tentang suatu hal. sejumlah orang tersebut yang satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal, tetapi sebenarnya mempunyai perhatian dan minat yang sama terhadap suatu masalah (Ardianto, 2004:124)
* Kategori Public
Dalam PR, publik dapat diklasifikasi kedalam beberapa kategori
- Public internal dan eksternal
- Public primer, Public sekunder, public marjinal
- public tradisional dan public potensial
- public pendukung, penentang, dan tidak peduli
* Public kunci dalam organisasi
1. Board of director (direktur pengelola)
2. Clerical employees (karyawan tatausaha atau public administrasi)
3. Employee families (keluarga karyawan)
4. Manager/Supervisor (manajer/para pegawai)
5. press (pers/media massa)
6. steckholders (pemegang saham)
7. Investment community (komunitas penanam modal)
8. competitors (pesaing)
9. suppliers (pemasok)
10. Special interest groups (kelompok-kelompok kepentingan tertentu)
11. community (komunitas)
12. International community (Komunitas internasional)
13. Bank. insurers (bank-bank pinjaman ansuransi)
14. trade associations (assosiasi perdagangan)
15. dealers / Distributors
16. coustumer (palanggan)
17. federal state, local legislator (pejabat pusat negara anggota legislatif daerah atau lokal)
Cara Mengetahui Adanya Opini Publik
Tahun 1965 sewaktu
pembrontakan GESTAPU/PKI ada pertentangan antara PKI dan
pendukung Pancasila yang
kemudian menjadi Orde Baru. Pertentangan
terjadi setelah mendengar bahwa ada pembunuhan terhadap para Jendral oleh PKI.[butuh rujukan] Pembrontakan
PKI (GESTAPU/PKI) berlangsung di mana-mana, akan tetapi langsung dapat
ditumpas.[butuh rujukan] Hal
tersebut juga kita dengar dari surat kabar, radio, televisi dan film,
rapat-rapat, pidato-pidato, di forum ceramah dan di mana saja.[butuh rujukan] Gejala
tersebut disebut public opinion atau opini publik.[4]
Untuk memahami opini seseorang dan
publik tidaklah mudah. Menurut R.P. Abelson, hal ini berkaitan dengan:
1. Kepercayaan mengenai sesuatu
(belief)[butuh rujukan]
2. Apa yang sebenarnya dirasakan atau
menjadi sikapnya (attitude)[butuh rujukan]
3. Persepsi. Suatu pengalaman tentang
objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi
serta menafsirkan pesan dan persepsi merupakan pemberian makna pada stimuli
inderawi.[5]
Peran Media Massa Sebagai Pembentuk Opini
Konon media pers saat ini pun telah
bermetamorfosis menjadi satu kekuatan besar. Sebuah kekuatan yang harus
diperhitungkan dalam sebuah negara yang menganut Sistem Demokrasi. Kekuasaan
dalam membentuk dan mempengaruhi opini publik membuat pers kini berdampingan
dengan kekuasaan lain yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.
Ciri-Ciri Opini Publik
Karakteristik
Opini Publik
Tahap Pembentukan Opini Publik
Ruang
lingkup opini public:
Berdasarkan distribusinya
opini public terbagi menjadi tiga yaitu opini public yang tunggal (ungkapan
rakyat) disebut opini yang banyak, opini public beberapa orang (ungkapan
kelompok) disebut opini yang sedikit dan opini public banyak orang (ungkapan
massa) disebut opini yang satu. Ketiganya merupakan wajah opini public yaitu
opini massa, kelompok dan opini rakyat. Dengan kata lain, opini publik dapat
menimbulkan kontroversi, antara pemerintah dan masyarakat sendiri. Namun, tidak
jarang juga opini publik justru diarahkan untuk menguatkan kekuatan para elit
politik. Dari hal itulah, opini publik juga tidak sepenuhnya mencerminkan
kehendak rakyat; sesuai dengan hati nurani masing-masing individu. Arti opini
publik yang pramodern dewasa ini mempunyai arti penting dalam dua hal (Bernad
Hennessy, 1990). Pertama, opini publik sebagai tekanan dari teman sejawat tetap
merupakan hambatan bagi keterlibatan warga negara secara penuh. Minimnya sikap
toleransi terhadap pandangan minoritas pun terjadi di banyak negara. Kedua,
pemerintah mempunyai sumber yang luas untuk menciptakan, memperkuat, dan
mengarahkan tekanan untuk menyesuaikan diri. Oleh karena itu, para elit politik
tidak akan tanggung-tanggung melakukan manipulasi informasi dan kebohongan yang
blak-blakan bila “kepentingan vital” mereka dirasakan terancam. Hal tersebut
menunjukkan bahwa hanya segelintir orang saja yang tidak takut terisolasi
jarena mereka mampu mengatakan hal yang bertentangan dengan kebijakan elit
politik dan mampu membongkar kebobrokan sistem yang ada.
Tiga
wajah opini publik :
1.Wajah Opini Massa
Pengungkapan yang sebagian
besar tidak terorganisasi yang disebut sebagai public, komunitas, opini latar
belakang, consensus, atau suasana public. Opini massa berasal dari perseorangan
yang mencapai pilihan personal dan konsidensi pilihan ini melalui selektivitas
konvergen, suatu alat mencapai ketertiban social yang telah di kemukakan
penting dalam menghasilkan pimpinan simbolik , persuasi massa, dan komunikasi
massa.
2.Wajah Opini Kelompok
Setiap kelompok merupakan
public tersendiri yang dipengaruhi oleh kosekuensi pertikaian tertentu dengan
berbagai cara. Wajah opini public ini muncul baik melalui alat control social
yang terorganisasi (seperti propaganda) maupun melalui member dan menerima dari
kelompok yang melakukan negosiasi dengan satu sama lain.
3.Wajah Opini Rakyat
Yaitu jumlah opini
perseorangan seperti yang diukur oleh polling dan survei politik, kecenderungan
ukuran yang lain , pilihan membeli pada konsumen pemberian suara pada pemilihan
umum, dan sebagainya.
Opini public diturunkan dari
proses control social, konvergensi seleksi diri, dan negosiasi serta merupakan
gabungan dari kesalinglingkupan propaganda, periklanan, dan retorik media
organisasi, massa dan personal.
Elemen-elemen Opini
Publik
Lima elemen opini publik:
1. Isu Masyarakat yang memiliki keterkaitan dan kepentingan
2. Kompleksitas preferensi
3. Ekspresi Sejumlah orang membahasnya
4. Dua dimensi untuk melihat opini publik:
5. Preferensi: mendukung atau menolak
Intensitas: sudah mengukur seberapa jauh preferensi tersebut.
1. Faktor-faktor yang
mempengaruhi opini public
2. Sosialisasi politik, beserta agen-agennya
3. Budaya politik
4. Ideologi negara dan agama
5.Struktur ekonomi dan strata social
6. Struktur negara
7. Kekuatan Opini Publik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar