Rabu, 27 Februari 2019

BUKU PUBLIC RELATIONS




Buku pertama saya Dasar-dasar public relations. buku itu salah satu pengembangan dari konsep dasar Lvy lee (Bapak PR) bagi mereka yang ingin menekuni profesi PR.

       Dalam buku ini menceritakan seorang pakar pendidikan PR di inggris, Frank Jefkins mengemukakan tentang  lima kualifikasi (persyaratan) PR yakni :
1. Ability to communicate (kemampuan berkomunikasi)
2. Ability to get on with people (kemampuan mengorganisasikan)
3. ability to get on with people (kemampuan membina relasi dengan public)
4. personality integrity (memiliki kepribadiaan yang utuh dan jujur)
5. imaginatiion (banyak imajinasi dan kreatif).

               Pembahasaa buku ini yang mengacu kepada lima persyaratan di atas dalam menjalin profesi PR di masa kini dan mendatang akan dikupas dalam buku ini kedalam lima bagian dan sejumlah bab.
Bagian ke 1.kemampuan berkomunikasi, terdiri dari tiga bab yakni : mengelola media perusahaan ; house journal, dan penulisan PR. Bagian pertama ini megupas pentingnya seseorang yang menjalani profesi PR memiliki kemampuan berkomunikasi. jadi skill in communication merupakan suatu kemampuan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam menjalani profesi PR.

Bagian Ke2 kemampuan mengorganisasikan, terdiri dari dua bab yaitu: strategi dan manajemen PR, opini public dan citra perusahaan. 

Bagian ke3 kemampuan membina relasi, yang dikupas dalam tiga bab. yakni: melakukan kegiatan media relations: merencanakan dan melaksakan penelitian PR.

Bagian ke 4 : memiliki ke pribadian yang utuh dan jujur, terdiri dari dua bab, yakni kualifikasi profesi PR dan etika kehumasan PR.

Bagian ke 5 memiliki banyak ide dan kreatif yang terdiri dari dua bab, yaitu PR dan manajemen krisis serta PR dalam internet.

itu sedikit pembahasan buku yang saya beli


Sabtu, 16 Februari 2019

MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS



Manajemen Public Relations 

Pengertian Manajemen Public Relations
Public relations adalah manajemen komunikasi antara sebuah organisasi dan publiknya. Definisi public relations yang dikemukakan oleh James E. Grunig dan Tedd Hunt tersebut mengandung beberapa komponen yaitu manajemen, komunikasi, organisasi, dan publik (The Saylor Foundation, 15).
  • Manajemen – merupakan inti pengetahuan tentang bagaimana melakukan koordinasi terbaik dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk mencapai efektifitas.
  • Komunikasi – public relations tidak hanya proses pengiriman pesan kepada penerima pesan tetapi juga pengertian terhadap pesan pihak lain melalui cara mendengarkan dan dialog.
  • Organisasi – merupakan kumpulan beberapa kelompok yang terorganisasi yang memiliki tujuan yang sama, misalnya bisnis  perusahaan, pemerintahan atau kelompok nirlaba.
  • Publik – merupakan kumpulan beberapa kelompok yang terikat dengan minat yang sama.

Public relations juga didefinisikan sebagai fungsi manajemen yang menggunakan komunikasi untuk membantu mengelola hubungan dengan publik. Berbagai fungsi manajemen tersebut meliputi penelitian dan pengembangan, keuangan, hukum, sumber daya manusia, pemasaran, dan operasional.
Dengan demikian, yang dimaksud dengan manajemen public relations adalah proses melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan komunikasi yang diprakarsai oleh sebuah organisasi.
Ruang Lingkup Manajemen Public Relations
Adapun ruang lingkup manajemen public relations meliputi :
  • Manajemen kegiatan public relations yang dilakukan oleh organisasi 
  • Manajemen kegiatan public relations yang lebih khusus

Model Manajemen Public Relations

Kajian sejarah perkembangan public relations memperlihatkan bahwa terdapat empat model dasar public relations sebagaimana yang diidentifikasi oleh James E. Grunig dan Todd Hunt.
Model-model public relations tersebut menggambarkan perbedaan bentuk komunikasi antara organisasi dengan para pemangku kepentingan. Keempat model dasar public relations tersebut adalah model publisitas atau agen pers, model informasi public relations, model persuasif asimetris, dan model simetris dua arah.
  • Model publisitas atau agen pers – Model ini menggunakan persuasi dan manipulasi untuk mempengaruhi khalayak untuk memiliki kesan yang sama dengan organisasi dan umumnya para praktisi public relations berperan sebagai jurnalis intern.
  • Model informasi publik – Model ini menggunakan press release dan cara-cara lain yang bersifat teknik komunikasi satu arah untuk mendistribusikan informasi tentang organisasi.
  • Model asimetris dua arah – Model ini menggunakan persuasi dan manipulasi untuk mempengaruhi khalayak untuk memiliki kesan yang sama dengan organisasi. Tidak diperlukan penelitian untuk untuk menemukan apa yang dirasakan oleh karyawan atau klien terhadap organisasi.
  • Model simetris dua arah – Model ini menggunakan komunikasi untuk bernegosiasi dengan publik, memecahkan masalah, dan untuk mempromosikan pengertian bersama dan rasa hormat antara organisasi dengan karyawan atau klien (Marsh dalam Eadie, 2009 : 717-718)

A. Elemen-elemen Proses Manajemen Public Relations

Dalam proses manajemen public relations melibatkan berbagai elemen yaitu :
  • sumber daya manusia yang menunjang proses manajemen public relations.
  • peralatan yang diperlukan agar menunjang proses manajemen public relations.
  • sarana yang dibutuhkan untuk mendukung proses manajemen public relations.
  • metode yang digunakan dalam proses manajemen proses public relations.
  • anggaran atau dana yang digunakan dalam proses manajemen public relations.
  • publik sasaran dalam proses manajemen public relations.

B. Perencanaan Public Relations

Perencanan public relations sangat penting bagi sebuah organisasi. Pada umumnya, perencanaan public relations memiliki pola yang sama dengan strategi manajemen sebuah organisasi atau program public relations. Terdapat 4 (empat) tahapan perencanaan public relations, yaitu :
  1. Kepedulian – memahami situasi terkini.
  2. Formulasi – memilih strategi yang tepat.
  3. Implementasi – menempatkan strategi ke dalam tindakan.
  4. Evaluasi – proses pengawasan untuk mengoreksi tindakan dan efektivitas.
Sementara itu, Scott CutlipAllen Center, dan Glen Broom, perencanaan dan manajemen program public relations meliputi beberapa tahapan sebagai berikut :
  1. Mendefinisikan masalah-masalah public relations.
  2. Perencanaan dan program.
  3. Tindakan dan komunikasi.
  4. Evaluasi program.

C. Monitoring dan Proses Evaluasi Public Relations

Sebagai fungsi manajemen, public relations tidak terlepas dari proses pengawasan dan evaluasi. Terdapat beberapa prinsip evaluasi yang dapat membantu merumuskan suatu konteks dan membuat proses evaluasi menjadi lebih mudah dilakukan. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
  • Mengkritisi tujuan. Kampanye public relations dapat dikatakan efektif apabila mencapai tujuan dalam kerangka manajemen yang baik. Karenanya suatu tujuan kampanye public relations perlu dapat dicapai dan diukur dan untuk memastikannya diperlukan penelitian dan pra uji coba jika memungkinkan.
  • Evaluasi perlu dipikirkan saat awal proses.
  • Evaluasi adalah proses yang berjalan. Program-program public relations hendaknya dapat dimonitor atau dilakukan pengawasan dalam setiap perkembangannya.
  • Evaluasi berada di setiap tahapan proses komunikasi. Berbagai keputusan yang harus diambil sepanjang rantai komunikasi berpengaruh pada keluaran komunikasi.
  • Evaluasi adalah tujuan dan ilmiah sebagai kemungkinan.
  • Melakukan evaluasi program dan proses. Program-program public relations dan kampanye perlu melakukan evaluasi hasil kegiatan komunikasi dan manajemen. Hal ini berguna untuk memisahkan daftar ketercapaian tujuan program dan fakta yang ada di lapangan.
Adapun beberapa istilah yang selalu digunakan dalam evaluasi proses public relations, yaitu :
  • Input – merupakan hal yang disematkan oleh public relations ke dalam produk komunikasi misalnya jurnal. Ketika mengevaluasi input atau masukan, maka elemen-elemen yang melekat padanya harus dapat dievaluasi seperti kualitas latar belakang penelitian, penulisan, efektivitas rancangan, pemilihan ukuran huruf, kertas serta warna. Metodologi yang digunakan diantaranya adalah review para ahli, umpan balik, tes keterbacaan, studi kasus, survey khalayak, penghargaan.
  • Output – bagaimana produk secara efektif didistribusikan dan digunakan oleh target publik baik target publik secara langsung (karyawan) maupun target publik berupa pihak ketiga berupa sebuah saluran atau pemuka pendapat dari target publik. Metodologi yang digunakan diantaranya adalah analisis isi media, pengawasan media, dan statistik distribusi.
  • Out-take – merupakan posisi yang berada diantara output dan outcome yang pada umumnya menggambarkan jumlah orang yang mempelajari isi, serta jumlah orang yang memahami isi. Metodologi yang digunakan diantaranya adalah statistik pembaca-pendengar-penonton, kegiatan, tingkatan respon, analisis khalayak, dan sirkulasi.
  • Outcome – melibatkan pengukuran efek akhir komunikasi yang meliputi tingkatan kognitif, afektif, dan konatif. Metodologi yang digunakan diantaranya adalah observasi, penelitian kuantitatif, dan statistik penjualan. (Greogry, 2010 : 160-161)

Terdapat beberapa alat evaluasi yang dapat dijadikan rujukan dalam melakukan evaluasi public relations, diantaranya adalah :
  • Media monitoring – merupakan salah satu tugas terpenting dalam public relations. Para praktisi public relations melakukan media monitoring dengan cara mengikuti setiap pemberitaan yang terdapat dalam media massa tentang organisasi yang bersangkutan dan organisasi kompetitor. 
  • Media analysis – merupakan kajian mendalam terhadap pemberitaan untuk melihat pandangan atau pendapat publik tentang organisasi yang bersangkutan atau organisasi kompetitor.
  • Message analysis – merupakan proses analisis terhadap isi yang disampaikan melalui berbagai media kepada publik
  • Benchmarking behavior change – merupakan proses untuk mengetahui apakah kegiatan komunikasi yang dilakukan mengalami kesuksesan atau tidak dalam mengubah perilaku.
  • Web evaluation – pengaruh media sosial  juga menjangkiti public relations sehingga berbagai kegiatan public relations yang melibatkan media daring termasuk media sosial perlu dilakukan evaluasi melalui pengukuran terhadap jumlah pengunjung laman selama kegiatan public relations berlangsung, waktu yang diperlukan oleh publik ketika mengunjungi laman, wilayah geografis pengunjung, halaman yang dituju dan lain-lain. 
  • Advertising value equivalency – pada umumnya digunakan sebagai pembanding terhadap nilai media dengan iklan berbayar

DAFTAR PUSTAKA :

https://pakarkomunikasi.com/manajemen-public-relations

DASAR-DASAR PUBLIC RELATION

DASAR-DASAR PUBLIC RELATION




   public relations adalah suatu kegiatan komunikasi yang ditujukan baik kepada internal publik maupun eksternal publik agar dapat tercapai tujuan lembaga/perusahaan.

Definisi PUBLIC RELATIONS (PR) menurut para ahli:

1. Menurut IPRA (International Public Relations Association) : “public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”. public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.
 2. Edward L. Berneys menyatakan PR memiliki tiga macam arti:  memberi informasi kepada masyarakat  persuasi yang dimaksudkan untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat terhadap lembaga demi kepentingan kedua belah pihak  usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan antar lembaga dengan sikap perbuatan masyarakat dan sebaliknya.
 3. Rex Harlow: Public relations adalah fungsi manajemen khas yang mendukung pembinaan dan pemeliharaan jalur bersama antar organisasi dan publicnya mengenai komunikasi, pengertian, penerimaan dan kerjasama, melibatkan manajemen dalam permasalahan atau persoalan; membantu manajemen untuk memahami dan tanggap terhadap opini publik; menetapkan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan publik; mandukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam membantu , mengantisipasi kecenderungan, dan menggunakan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.


FUNGSI PR

 1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
 2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

TUJUAN PR

Jefkins mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut: 1.Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan. 2.Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai. 3.Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan. 4.Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru. 5.Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan. 6.Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan. 7.Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.

Tujuan PR universal :
Untuk menciptakan , memelihara, meningkatkan dan memperbaiki citra organisasi di mata publik yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi daripada publik yang bersangkutan. 1. Menciptakan 2. Memelihara 3. Meningkatkan 4. memperbaiki CITRA

Tugas-tugas public relations (Harold Oxley) :
1. Memberi saran kepada manajemen tentang semua perkembangan internal dan eksternal yang mungkin mempengaruhi hubungan organisasi dengan publikpubliknya.
2. Meneliti dan menafsirkan sikap publik untuk kepentingan organisasi atau antisipasi sikap publik terhadap organisasi.
3. Bekerja sebagai penghubung antara manajemen dan publik-publiknya.
4. Memberi laporan berkala kepada manajemen tentang semua kegiatan yang mempengaruhi hubungan publik serta organisasi.

DAFTAR PUSTAKA 

Butterick, Keith. 2013. Pengantar Public Relations Teori dan Praktik Jakarta :.RajaGrafindo Persada.