Kamis, 16 Mei 2019

CANDRADIMUKA FILM FESTIVAL 2019 (CAFFIFEST 2019)




CANDRADIMUKA FILM FESTIVAL 2019 (CAFFIFEST 2019) Selasa 30 April 2019
Diacara CAFIFEST ini banyak film film yang ditampilkan dan sangat bagus-bagus. Rangkaian kegiatan CAFIFEST 2019 ada
11. pameran periklanan dan pemasaran produk dilapangan kanting dengan STISIPOL    CANDRADIMUKA yang diikuti 20 stand
22. Talk Show dengan tema “ peran sineas Muda terhadapt perkembangan film pendek
33.   Screening dan nobar film para nominasi lomba film pendek CAFIFEST 2019 untuk seluruh genre: action. Drama, Comedy, Horor dan legenda.
44. Pameran Poto dari divisi fotografi
55Cek keseharan gratis dari divisi humas

seminar Sharing Santai



Sabtu 4 mei 2019 mahasiswa Ilmu Komunikasi  stisipol candradimuka palembang mengadakan “Sharing Santai di Roti bakar narsis”  bersama dengan narasumber ibuk Sumarni Bayu Anita.S.Sos,M.A (Ketua jurusan Ilmu komunikasi) Wendra karisma (pemenang lomba photografi ses sumsel) sonia adetya (ex announeer elita Fm) dan novriadi
Dengan mengadakannya sharing santai ini menambah pengalaman dengan mengadakan suatu acara di luar kampus,  walau ini yang pertama bagi kami mengadakan evend diluar kampus tapi lumayan lah untuk pengalaman yang pertama dan terlaksana dengan baik. Semoga di acara berikutnya lebih baik lagi J

Senin, 13 Mei 2019

ETIKA PR/ KEHUMASAN


Pengertian Etika Menurut

  • James E. Grunig
mendefinisikan etika sebagai sesuatu yang serigkali dipertukarkan dengan moral dan nilai karena pertanyaan terkait etika secara umum merujuk pada apa yang baik secara moral atau apa yang seharusnya dinilai. Moral merujuk pada tradisi kepercayaan yang telah ada selama beberapa tahun atau beberapa abad dalam sebuah masyarakat yang menekankan pada apa yang benar dan apa yang salah. Sementara itu, nilai merujuk pada kepercayaan tentang suatu obyek atau ide yang dipandang penting. Karena itu, lanjut Grunig, kita mempelajari etika untuk menentukan bagaimana untuk membuat penilaian moral dan penilaian nilai.

Prinsip-prinsip

Dalam buku Ethics in Public Relations A Guide to Best PracticePatricia J. Parsons (2008 : 20 – 21) menyatakan bahwa terdapat 5 (lima) prinsip atau pilar etika public relations, yaitu :
  • Veracity (to tell the truth)
Prinsip atau pilar pertama etika public relations sebagai industri komunikasi adalah menyampaikan kebenaran. Sebagai sebuah prinsip etika, konsep veracity (to tell the truth) atau mengatakan atau menyampaikan kebenaran merupakan tahap awal bagi dasar-dasar asumsi tentang berperilaku etis.
  • Non-maleficence (to do no harm)
Konsep non-maleficence (to do no harm) merupakan prinsip dasar perilaku moral. Sebagai salah satu pilar atau prinsip etika dalam bidang public relations,  prinsip ini menyediakan satu analisis pertanyaan dari berbagai keputusan yang telah dipilih oleh organisasi sebelum organisasi tersebut memutuskannya. Pertanyaan itu adalah “apakah tindakan saya menyakiti orang lain?”. Hal ini bukanlah akhir dari analisis melainkan suatu langkah awal. Kita cenderung untuk menghindari melakukan hal-hal yang dapat menyakiti orang lain sebisa mungkin. Namun terkadang, apa yang kita lakukan dapat menyakiti orang lain walaupun tanpa kita sadari. Terkait dengan hal ini, apa yang kita lakukan tersebut bukan berarti kita berperilaku tidak etis kepada orang lain.
  • Beneficence (to do good)
Konsep beneficence (to do good) merupakan bentuk lain dari prinsip menghindari menyakiti orang lain namun lebih proaktif. Dengan mencari kesempatan untuk melakukan hal-hal baik dapat membantu dalam proses pembuatan keputusan tentang moralitas relatif dari berbagai kegiatan public relations.  Misalnya, ketika mengembangkan program hubungan komunitas dengan cara mencari sponsor untuk kegiatan  amal yang merupakan kegiatan yang dapat memberikan kebaikan bagi publik.
  • Confidentiality (to respect privacy)
Prinsip atau pilar berikutnya adalah confidentiality (to respect privacy) atau menghormati wilayah pribadi orang lain dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi. Hal ini merupakan salah satu sifat pengambilan keputusan etis terkait dengan fungsi komunikasi publik. Dalam komunikasi publik, seringkali terjadi konflik antara kebutuhan untuk menyampaikan kebenaran dan prinsip kesetaraan dalam menjaga wilayah pribadi. Pengambilan keputusan yang etis tidak akan dapat dilakukan jika tidak diimbangi dengan tindakan nyata.
  • Fairness (to be fair and socially responsible)
Prinsip atau pilar yang terakhir dalam etika public relations adalah konsep fairness (to be fair and socially responsible) keadilan dan tanggung jawab sosial. Kita selayaknya mencoba untuk saling menghormati setiap individu dan masyarakat agar keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang adil bagi semua pihak.

Kode Etik Profesi Public Relations

Tidak dipungkiri bahwa public relations dipandang sebagai sebuah metode komunikasi yang menggunakan cara-cara manipulatif guna membentuk citra positif sebuah organisasi di mata publik dan terkadang mengabaikan aspek-aspek etika. Hal ini tentunya merupakan salah satu indikator isu etika public relations bagi para profesional public relations.

Manfaat Mempelajari Etika Public Relations

Mempelajari Etika Public Relations dapat memberikan manfaat bagi kita diantaranya adalah sebagai berikut :
  • memahami pengertian etika.
  • memahami pengertian etika public relations.
  • memahami prinsip-prinsip dalam etika public relations.
  • memahami landasan teori etika public relations.
  • memahami landasan dibentuknya kode etik profesi public relations

Community Relations


Community relations adalah upaya membina hubungan harmonis antara perusahaan/organisasi dengan komunitas masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan saling pengertian. Community Relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations, maka langkah-langkah dalam proses public relations pun mewarnai langkah-langkah dalam community relations. Mengingat community relations berhadapan langsung dengan persoalan – persoalan sosial yang nyata dihadapi komunitas sekitar organisasi melalui pendekatan community relations, organisasi bersama-sama dengan komunitas sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan melaksanakan rencana tindakan atas permasalahan yang dihadapi. Dalam hal ini fokusnya adalah permasalahan yang dihadapi komunitas. Bukan permasalahan yang dihadapi organisasi. Namun dampak dari penyelesaian permasalahan yang dihadapi komunitas itu akan dirasakan juga oleh organisasi, mengingat program-program community relations pada dasaranya dikembangkan untuk kepentingan bersama organisasi dan komunitas.
Unsur-unsur Community Relations
  • Kesejahteraan komersial
  • Dukungan agama
  • Lapangan kerja
  • Fasilitas pendidikan yang memadai
  • Hukum, ketertiban dan keamanan
  • Pertumbuhan penduduk
  • Perumahan beserta kebutuhannya yang sesuai
  • Perhatian terhadap keselamatan umum dan penanganan kesehatan yang progresif
  • Kesempatan bereaksi dan berkebudayaan yang bervariasi
Manfaat Community Relations
  • Komunitas pada organisasi
– Reputasi dan citra organisasi yang lebih baik
– Memanfaatkan pengetahuan dan tenaga kerja lokal
– Menarik tenaga kerja, pemasok, pemberi jasa dan mungkin pelanggan lokal yang bermutu.
  • Organisasi pada Komunitas
–   Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja dan pelatihan
–   Pendanaan investasi komunitas dan pengembangan infrastuktur
Contoh Kegiatan Community Relations
Aktivitas Kepedulian Sosial Toyota di Indonesia 
Untuk meningkatkan performa kontribusi di bidang komunitas, Toyota Indonesia mendirikan departemen Community Relations dan Community Development dalam struktur organisasi. Kegiatan-kegiatan dalam bidang ini umumnya terbagi dalam empat kelompok besar, yaitu infrastruktur, kesehatan dan kebersihan, kegiatan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan kami didesain untuk meningkatkan taraf hidup komunitas sekitar Toyota.
Kegiatan-kegiatan Community Relations dan Community Development Toyota Indonesia di antaranya adalah:
1. Infrastruktur
a. Renovasi gedung sekolah
b. Renovasi jalan
c. Pembangunan penerangan jalan
d. Renovasi rumah tinggal
e. Lain-lain
2. Kesehatan dan Kebersihan
a. Pembangunan MCK
b. Pembangunan sarana air bersih
c. Penanganan hama
d. Program peningkatan gizi
e. Bantuan ambulans
f. Lain-lain
3. Kegiatan Keagamaan
a. Sumbangan Hari Raya
b. Renovasi tempat ibadah
c. Lain-lain
4. Pemberdayaan Masyarakat
a. Budidaya ikan air tawar
b. Budidaya jamur merang
c. Budidaya tanaman buah-buahan
d. Pelatihan ketrampilan komputer, menjahit & otomotif
e. Industri rumah tangga
f. Lain-lain
5. Lain-lain
a. Bantuan pada Karang Taruna dan kegiatan kepemudaan lain
b. Bantuan pada keamanan swadaya (hansip)
c. Bantuan peringatan Hari Besar Nasional
d. Lain-lain

MEDIA RELATIONS

13/05/2019


MEDIA RELATIONS 

Media Relations (Hubungan Media) –disebut juga Press Relations— adalah aktivitas menjalin hubungan baik dengan  wartawan, kalangan pers, atau media massa.
Hubungan media merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi  dilakukan humasatau PR sebuah instansi. Tujuan utama media relations adalah membangun citra positif (image building) sebagai tugas utama humas.
Media Relations dilakukan guna memperoleh publisitas, pemberitaan, atau liputan media seluas mungkin.
Bentuk Media Relation paling populer adalah Siaran Pers (Press Release) dan Konferensi Pers (Press Conference).
Umumnya keberhasilan dan popularitas seorang tokoh atau sebuah instansi/organisasi dicapai berkat keberhasilannya membangun hubungan baik dengan media.
Dengan terjalinnya hubungan baik itu, media potensial senantiasa mempublikasikan setiap kegiatannya yang positif dan “berhati-hati” dalam pemberitaan yang negatif.
Menurut Al & Laura Ries dalam buku The Fall of Advertising and The Rise of PR, untuk dapat memenangi kompetisi atau satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetitor adalah dengan cara memenangkan “pertempuran” di media massa.
Media Relations wajib dilakukan Humas (Public Relations) sebuah lembaga agar berdampak pada meningkatnya brand image atau popularitas.
Liputan atau pemberitaan yang baik di media akan memberikan pencitraan yang baik pula bagi perusahaan, meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam memakai produk perusahaan, dan akhirnya menumbuhkan minat pemodal untuk menginvestasikan modalnya pada perusahaan.

Fungsi Media Relations

  1. Meningkatkan citra perusahaan.
  2. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
  3. Meningkatkan point of selling dari produk dan jasa.
  4. Membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis.
  5. Meningkatkan relasi dari beragam publik, seperti terhadap lembaga pemerintahan, perusahaan-perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu.

Penulisan Humas

  1. Press Release — informasi tertulis atau naskah berita.
  2. Feature –karangan khas.
  3. Artikel –naskah opini.
  4. Advertorial (Pariwara)iklan berupa berita, feature, atau artikel.
  5. Surat Pembaca –misalnya memberikan Hak Jawab.

Jenis-Jenis Media Relations 

  1. Press Conference (Konferensi Pers) —mengundang wartawan untuk berdialog dengan materi yang telah disiapkan (Press Kit, Media Kit).
  2. Press Briefing (Jumpa Pers) –penyampaian informasi dalam sebuah kegiatan.
  3. Special Event —kegiatan khusus yang melibatkan media, misalnya menjadi sponsor lomba penulisan jurnalistik.
  4. Media Visit (Kunjungan Media) –berkunjung ke kantor media.
  5. Undangan Peliputan —mengundang wartawan untuk meliput acara.
  6. Press Gathering –mengundang media untuk berkumpul secara informal, misalnya jamuan makan malam.
  7. Press Luncheon –jamuan makan siang.
  8. Maintenance Lobby — misalnya minum kopi bersama, nonton bareng.
  9. Press Tour — meng­ajak wartawan berkunjung ke suatu tempat.

goverment relations

13/05/2019



Government Relations (GR) adalah suatu hubungan perusahaan dengan pemerintah pemerintah, yang erat hubungannya dengan lembaga legislatif, peraturan pemerintah dimana dalam hal ini, PR memerlukan keahliah khusus untuk mencapai hasil positif yang dapat di terima oleh publik melalui perencanaan pemerintahan. GR dapat bergerak dalam bidang-bidang seperti alokasi, kesehatan, pertahanan, energi, lingkungan, jasa keuangan, keamanan dalam negeri, kebijakan pajak, telekomunikasi dan transportasi.
Praktisi PR dalam hal ini bertugas untuk menjadi konsultan/memecahkan/menasihati pemerintahan dalam masalah-masalah tertentu :
GR, mendukung klien sebelum mengambil keputusan utama dalam pemerintahan sehari-hari. Advokasi yang efektif sering kali memerlukan kerja yang simultan yang menyangkut 2 strategi utama :
Offense – dalam hal ini, PR bertugas untuk ”move the desimal point” dimana PR harus membagi bagian fraksional dari suatu kegiatan pemerintah. Ini mungkin melibatkan penyusutan jadwal yang lebih pendek dalam kode pajak atau memperluas definisi untuk menyertakan teknologi baru yang akan memenuhi syarat untuk dana pemerintah.
Deffense – Bekerja dengan koalisi di sektor swasta dan pejabat pemerintah untuk memblokir peraturan pemerintah dari yang berdampak negatif neraca korporasi. Hal ini mungkin termasuk ketentuan-ketentuan dalam kesehatan, reformasi peraturan atau undang-undang iklim yang mempunyai efek negatif atau yang tidak seimbang pada korporasi.
Government relations memiliki tugas:
a. Menggali data dari pemerintah
b. Monitoring & interpretasi langkah-langkah pemerintah
c. Menyampaikan feed back dari perusahaan atas berbagai kebijakan pemerintah
d. Membangun posisi
e. Mendukung pemasaran
Government relations memiliki posisi yang penting bagi perusahaan, arti penting government relation adalah menciptakan keselarasan antara berbagai kebijakan pemerintah dengan perusahaan (investasi, kerja sama dagang, pajak dll, memberikan jaminan perlindungan disaat krisis dan mempercepat proses birokrasi atas berbagai kepentingan perusahaan
Hubungan dengan pemerintah tidak dapat dilepaskan dari kegiatan lobbi dan negoisasi dengan pemerintah. Lobby merupakan kegiatan yang dilakukan secara informal untuk mendekati pemerintah sedangkan negoisasi merupakan kegiatan perundingan. Dalam berhubungan dengan pemerintah perlu mengadakan dua pendekatan yaitu secara resmi maupun tidak resmi.Lobby-lobby dalam government relation dalam dilakukan dalam bentuk:
a. Lobby langsung (konvensional)
Contoh : Mengadakan Pertemuan Langsung dengan pemerintah
b. Grass Roots Lobbying
Artinya melibatkan masyarakat atau massa untuk melakukan proses lobbying
Contoh : Memberikan argumen atau pengertian kepadapemerintah bahwa perusahaan ini memiliki hubungan atau kepentingan dengan public/masyarakat
c. Political Action Committees (PACs)
Artinya Melibatkan Masyarakat atau Massa namun dengan konsep yang formal dan adanya kemungkinan unsur politik.

Rabu, 17 April 2019

INTERNAL RELATIONS






INTERNAL RELATIONS

Hubungan Internal 

hubungan Internal (hubungan internal) adalah kegiatan public relations (PR) untuk membina hubungan dengan publik internal, seperti karyawan, para manajer, top management dan para pemegang saham (Stockholders) agar citra dan reputasi organisasi atau perusahaan tetap postif dimata piblik internal.

Hubungan Karyawan 

para karyawan ingin menyatakan pendapatnya kepada manajemen tentang pekerjaan, kondisi dana hal-hal lain yang mempengaruhi kepentingannya. dalam melalukan hubungan dengan karyawan, banyak cara dan media yang dapat digunakan oleh pihakk perusahaan. diantarannya : 
1. Komunikasi lisan antarpersona
2. sistem pidato kelompok
3. sistem informasi telepon 
4. rapat merupakan media komunikasi yang lazim dilaksanakan manajamen degan karyawan.
5. siaran televisi terbatas
6. gelanggang terbuka (open house)
7. kunjungan pelaksana ke berbagai bagian 
8. surat manajemen
9. surat kabar atau majalah karyawan 
10. papan pengumuman 
11. pameran produk 
12, laporan keuangan 
13. iklan surat kabar atau majalah 
14. buku penuntun dan pedoman karyawan
15. amplop daftar gaji 
16. kaset,film dan slaid media komunikasi karyawan yang utama 
17. rak baca yang diisi buku mini tentang masalah perusahaan, politik,ekonomi,sosil,keseharan,penghematan,keamanan,hobi,masakan,olahraga dan hal-hal yang mearik lainnya untuk para karyawan

Hubungan pemegang saham
tujuan hubungan pemegang saham adalah untuk membangkitkan perhatian pemilik pada perusahaan, menciptakan suatu pengertian yang lebik baik antara perusahaan dan para pemilik saham dengan komunikasi finansial, membujuk para pemegang saham untuk memakai dan menganjurkan pembeliaan produk perusahaan mengurangi pergantian para pemegang saham dan mempromosikan pemilikan saham sebagai suatu inventasi jangka panjang mengurangi kritik pemegang saham dan eksposisi terhadap manajemen


Hubungan Ekternal
External relations (hubungan ekternal) adalah kegiatan pr yang melakukan hubungan dengan publik ekternal sebuah organisasi atau perusahaan, seperti pers, komunitas,pendidik dan para pemuka pendapat.

hubungan pendidikan 
tujuan hubungan pendidikan :
1. menciptakan hubungan perseorangan yang baik dengan para pendidik sehingga dapat lebih mengetahui metode dan kebutuhan sekolah yang modern
2. memberikan dukungan aktif kepada para guru atas penelitian dan proyek pendidikan 

Hubungan pemerintah 
suatu perkembangan penting dalam pr adalah terjadinnya hubungan yang lebih erat antara perusahaan, asosiasi dan perserikatan dengan pemerintah, serta semakin meluasnya keterlibatan lembaga-lembaga swasta dalam perusahaan masyarakat (dimana selama ini permasalahan masyarakat lebih banyak ditangani pemerintah)

Hubungan legislatif 
program hubungan legislatif harus direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kajian yang saksama dalam kebijakan perusahaan, yang diawali konsultasi dengan manajemen.



RISET PR


RISET PR


  1. 4 tahap penelitian PR yang efektif:

  2.  1. Research: memberikan informasi yang diperlukan untuk memahami kebutuhan publik dan untuk mengembangkan pesan yang kuat 
  3. 2. Planning: proses menetapkan tujuan dan sasaran dan menentukan cara untuk menemui mereka, disebut sebagai fungsi sentral dari manajemen 
  4. 3. Communication: adalah terkait dengan strategi pesan, membuat pesan lebih menarik dan persuasif kepada masyarakat 
  5. 4. Measurement: teknik pengukuran menyediakan sarana untuk menunjukkan kepada manajemen bahwa PR adalah untuk mencapai tujuan dan kontribusi dalam cara yang berarti bagi organisasi.

  6. 3. The Public Relations Process Research & analysis Policy information Programming Communication Feedback Program assessment & adjustment

  7. 4. Step 1 : Research & analysis • Menentukan masalah PR dan peluang nya • Mencari umpan balik dari masyarakat , laporan media, komentar editorial , analisis data trend , penelitian lain , pengalaman pribadi , dan peraturan pemerintah.
  8.  Step 2 : Policy formulation • PR sebagai penasehat manajemen puncak , membuat rekomendasi kebijakan & tindakan apa yang harus diambil 
  9. Step 3 : Programming • Setelah kebijakan atau tindakan yang disepakati , PR mulai merencanakan program komunikasi • Menetapkan tujuan , menentukan khalayak , memutuskan strategi apa yang akan digunakan pada waktu tertentu 
  10. Step 4 : Communicatio n • PR mengeksekusi program melalui cara seperti : website, rilis berita acara khusus , pidato , program hubungan masyarakat , dll 
  11. Step 5 : Feedback • Efek diukur dengan umpan balik 
  12. Step 6 : Assessment • Siklus tersebut diulang • Keberhasilan atau kegagalan dari program atau kebijakan dinilai sebagai cara untuk menentukan upaya tambahan diperlukan , masalah baru , peluang

  13. 5. Peran Penelitian 
  14. • Penilitian adalah bentuk dalam mendengarkan dengan teliti. • “Research is the controlled, objectives, and systematic gathering of information for the purpose of describing and understanding" – Broom and Dozier (Using Research in PR) Ada 2 kriteria yang dipertimbangkan untuk proses mendengarkan:
  15.  1. Validitas 
  16. 2. Reliabilitas

  17. 6. Peran dan Ruang Lingkup Penelitian
  18.  • Penelitian ini sering menjadi dasar untuk mengevaluasi program setelah program selesai. 
  19. • Hasil evaluasi dapat menyebabkan akuntabilitas dan kredibilitas dengan manajemen atas “upper management”(chp. 8)

  20. 7. Using Research PR menggunakan penelitian ini dengan cara berikut: 
  21. 1. untuk mencapai kredibilitas dengan manajemen 
  22. 2. untuk menentukan audiens dan publik segmen 
  23. 3. untuk merumuskan strategi
  24.  4. untuk menguji pesan 
  25. 5. untuk membantu manajemen tetap berhubungan 
  26. 6. untuk mencegah krisis 
  27. 7. untuk memantau kompetisi 
  28. 8. untuk mempengaruhi opini publik 
  29. 9. untuk menghasilkan publisitas 
  30. 10. untuk mengukur keberhasilan

  31. 8. Teknik Penelitian (2) 
  32. 1. Secondary Research
  33.  2. Primary Research
  34. 9. Teknik Penelitian: Secondary Research (3) 
  35. 1. Archival Research: mencakup pernyataan kebijakan organisasi, inti pidato eksekutif, masalah masa lalu karyawan, newsletter dan majalah, laporan masa lalu tentang public relations, usaha pemasaran, dan berita kliping.
  36.  2. Library and Online Database: Library; referensi buku, jurnal akademik, dan berbagai publikasi yang ada di setiap kota dan perpustakaan universitas. Online database; ProQuest, Factiva, LexisNate berisi abstrak atau ribuan teks penuh, bahkan jutaan dari sebuah artikel.
  37. 10. Teknik Penelitian: Secondary Research PR menggunakan database online untuk: • fakta penelitian untuk mendukung proyek yang diusulkan atau kampanye yang memerlukan persetujuan manajemen puncak 
  38. • tetap mengikuti berita tentang klien dan pesaing 
  39. • melacak kampanye organisasi media dan pengumuman pers competitor
  40.  • mencari kutipan khusus atau statistik yang mengesankan dalam pidato atau laporan 
  41. • mengikuti reaksi pers dan bisnis untuk tindakan terbaru dalam organisasi
  42. 11. Teknik Penelitian: Secondary Research (3) 3. The World Wide Web: Peneliti dapat menggunakan spesifik profesi dalam media sosial, seperti PROpenMic.org dan newsgroup seperti PROFORUM. Selain itu, ada juga seperti: 
  43. • Yahoo!-based PR discussion groups
  44.  • NYCPublicRealtionsGroup 
  45. • SmallPRAgencyPros
  46.  • PRBytes 
  47. • PRMindshare
  48.  • PRQuorum
  49.  • YoungPRPros

  50. 12. Primary Research : Jenis Penelitian 2. Quantitative research 1. Qualitative research Dalam Primary Research ada 2 jenis penelitian:

  51. 13. Jenis Penelitian: Metode Kualitatif 1. Content Analysis 2. Interviews 3. Focus Group 4. Copy Testing 5. Ethnographic Techniques

  52. 14. Metode Kualitatif: Content Analysis 
  53. 1. Persentase menguntungkan, netral, dan negatif menyebutkan tentang perusahaan atau produk atau layanan 
  54. 2. Kesamaan dari artikel dan saat siaran 
  55. 3. Prosentase artikel yang berisi pesan kunci menunjukkan bahwa organisasi ingin berkomunikasi
  56. 15. Metode Kualitatif: Interviews 2 jenis wawancara 
  57. • Intercept interview/Convenience poll: orang-orang dicegat di tempat-tempat umum dan dimintai pendapat mereka. Relatif lebih mudah untuk berdiri di mall daripada berbicara dengan orang lain. 
  58. • Purposive Interviewing: diwawancarai berdasarkan keahlian, pengaruh dan kepemimpinan didalam masyarakat.
  59. 16. Metode Kualitatif: Focus Group 
  60. • Melakukan diskusi dalam jumlah terbatas dengan sejumlah responden terpilih membahas tematik tertentu dan mengambil banyak masukan dan kritik dari mereka.
  61. 17. Metode Kualitatif: Copy Testing Pesan dibuat tidak sesuai dengan karekteristik dan kapasitas audience, riset ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman audience terhadap suatu pesan.
  62. 18. Metode Kualitatif: Ethnographic Technique Melakukan teknik etnografis dengan cara observasi perilaku individu atau kelompok (terjun langsung dalam kehidupan publik)
  63. 19. Jenis Penelitian: Metode Kuantitatif 1. Random Sampling: Secara statistik, artinya semua orang sebagai terget audience. Seringkali disebut juga ‘probability sample’. 2. Sample Size: tujuan utama mendapatkan data adalah untuk mendapatkan indikasi dari perilaku dan opini, bukan prediksi. Oleh karena itu, tidak selalu dibutuhkan atau menggunakan sampling ilmiah.
  64. 20. Questionnaire Construction Kategori jawaban Kebenaran secara politis Pertimbangkan waktu dan konteks Menghindari kalimat yang menyimpang Tata bahasa 1 2 3 4 5
  65. 21. How to Reach Respondents 1. Mailed Questionnaires 2. Telephone Surveys 3. Personal Interviews 4. Omnibus and Piggyback Surveys 5. Web and E-Mail Surveys
  66. 22. Mailed Questionnaire • Kuesioner surat memiliki respon yang rendah. 1. Kuesioner perusahaan komersial kepada masyarakat umum biasanya: 1 - 2 % 2. Survei menyangkut isu yang mempengaruhi masyarakat umum: 5 - 20 % 3. Kuesioner dikirimkan oleh suatu organisasi untuk para anggotanya: 30 - 80 %
  67. 23. Personal Interviews Wawancara pribadi dapat menghasilkan banyak informasi jika pengaturan dikendalikan selama terdapat konsentrasi orang dengan minat yang sama.
  68. 24. Telephone Surveys Keuntungan survei melalui telepon: 1. Ada tanggapan langsung atau tidak. 2. Pemberitahuan melalui telepon bersifat pribadi. 3. Sebuah panggilan telepon lebih efektif daripada pergi dari pintu ke pintu dan mewawancarai orang-orang. 4. Nilai tanggapan, jika survei benar dan dilakukan oleh pewawancara terlatih, kebenarannya dapat mencapai 80 hingga 90 persen. Kerugian utama dari wawancara telepon adalah kesulitan dalam mendapatkan akses ke semua nomor telepon.
  69. 25. Omnibus and Piggybank Surveys • Omnibus Survey: mengumpulkan beberapa organisasi disuatu tempat untuk melakukan sebuah beberapa pertanyaan penelitian. • Piggybank Survey: Sebuah organisasi “membeli” sebuah pertanyaan dalam survei nasional yang dilakukan oleh organisasi survei.
  70. 26. Web and E-Mail Surveys Ada beberapa metode untuk menarik responden ke situs Web: 1. Iklan banner mengumumkan survei di situs Web lain atau jaringan online 2. E-mail undangan kepada khalayak sasaran 3. menelepon individu dengan undangan untuk berpartisipasi 4. mengirimkan kartu pos.
  71. 27. Festival Jajanan Bango • Merujuk data MARS, tahun 2008 nilai bisnis kecap masih di angka Rp 3,21 triliun. Angka tersebut terus bertumbuh tiap tahunnya, dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahun mencapai 3,8%. • Di tahun 2013, nilai bisnis kecap di Tanah Air menembus Rp 7,14 triliun. • Dalam kasus tersebut Unilever menggunakan ‘Secondary Research’ untuk melakukan sebuah programnya. Program itu akan memperkuat persepsi bahwa Bango peduli terhadap pelestarian budaya. Efek ini menimbulkan efek positif bagi merek Bango mix.co.id
  72. 28. Program CSR Unliver berdasarkan Riset
  73. 29. #brightfuture project Unilever meluncurkan iklan Program CSR tersebut, berangkat dari fakta bahwa hingga kini masih banyak orang yang mandi, mencuci, dan buang air besar di sungai yang sama, tanpa menyadari bahaya kesehatan yang mengancam. Dalam kasus tersebut Unilever menggunakan Metode Kuantitatif untuk melakukan #brightfutre project.
  74. 30. Feedback #brightfuture

PRODUKSI MULTIMEDIA/ PENGELOLAAN SOSMED

17 April 2019



Proses Produksi Produk Multimedia (Life Cycle)
Terdiri dari 3 sub proses : Pre-Production, Production, Post Production

1)   Pre-Production
Preproduction atau Pra Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film atau video). Dengan lahirnya teknologi digital video dan metode nonlinear editing maka proses produksi video menjadi lebih mudah. Ketika kita akan memulai sebuah proyek, terkadang kita telah memiliki stock-shoot/footage video yang kita butuhkan, untuk itu kita harus melakukan peninjauan ulang segala kebutuhan sesuai dengan cerita yang akan kita buat. Artinya, kita harus mempersiapkan footage video yang telah ada, fotografi, diagram dan grafik, gambar ilustrasi, atau animasinya. Tetapi banyak pula para videographer yang memulai dari awal atau dari nol. Pada intinya tujuan pra produksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya digital video sesuai dengan harapan.
§  Proses penuangan ide (proposal) produk
1)      Title goals / judul tujuan
2)      Audience / pemirsa
3)      Title genre – doom type game, nonprofit web site, kiosk, etc. / judul jenis karya – jenis permainan doom, situs web nirlaba, kios, dll
4)      Marketing requirements / penentuan pemasaran
5)      Budget parameters / anggaran dana
6)      Schedule requirements / penentuaan jadwal pelaksanaan
§  Desain
1)      Berita / konten / jasa
2)      Arsitektur Informasi
3)      Visual dan suara
4)      Teknis
5)      Interaksi
6)      Navigasi
§  Perencanaan produk
1)      Storyboard / konten garis
1.       Menentukan lingkup proyek – berapa banyak halaman, suara, animasi, dll
2.       Tentukan aliran proyek – organisasi dan navigasi
3.       Dari ini datang informasi yang dibutuhkan untuk sisa rencana produksi
2)      Penganggaran
1.       Produksi
2.       Konten ahli dan konsultan lainnya
3.       Hak akuisisi & izin
4.       Pengujian
5.       Duplikasi atau hosting versi uji
3)      Penjadwalan
1.       Hak akuisisi; izin
2.       Konten produksi
3.       Konten akuisisi (video, teks, gambar, dll)
4.       Rekayasa perangkat lunak
5.       Pengujian
4)      Aset manajemen
1.       Organisasi
2.       Penamaan konvensi
3.       Revisi manajemen
4.       Backup
5)      Pengujian
1.       Pengguna pengujian
2.       Konten pengujian
3.       Fungsional pengujian
6)      Staf
1.       Berapa banyak staf di-rumah
2.       Berapa banyak kontraktor
3.       Siapa melakukan apa
7)      Pembayaran tonggak
§  Dokumentasi
1)      Desain
2)      Rencana Produksi
§  Kumpulkan tim
1)      Designer
2)      Produsen
3)      Teknis desainer
4)      Seni Direktur
5)      Audio produser
6)      Penulis dan editor
7)      Grafis seniman
8)      Programmer / coders HTML
9)      Komponis / suara desainer / musisi
10)  Konten spesialis
11)  Teknis asisten
12)  Produksi asisten
13)  Hak dan peneliti
14)  Pengacara
§  Membangun prototype
1)      Menguji arah desain
2)      Buktikan keluar komponen teknologi baru
3)      Dapatkan semua orang pada halaman yang sama tentang apa proyek
4)      Lihat bagaimana tim bekerja sama
§  Pengurusan hak cipta
§  Penandatanganan kontrak dan pembiayaan
Proses kerja Pre Produksi :
Secara singkat praproduksi yaitu menentukan ide cerita kemudian mensketsakan beberapa adegan penting ke dalam bentuk naskah cerita. Lalu dibuat Storyboard untuk menerjemahkan naskah menjadi cerita yg lebih mendetail. Dibuat Karakter tokoh; background awal. Lalu membuat Keyframe. Test Shot, yaitu sebuah rangkaian pendek gambar yg dirender dgn full color untuk memastikan teknik pergerakan dan renderingnya. Sebelum proses cells animation sendiri dimulai, dibutuhkan konsep cerita yang harus dibuat dalam bentuk narasi.
Beberapa elemen yang perlu menjadi pertimbangan pra produksi
1)      Apakah tujuan dan pesan yang ingin disanpaikan? Dan apa essensinya
2)      Siapa pemirsa yang akan di tuju? Siapa yang akan menjadi pengguna akhir dari karya ini? Seperti apa flat form pemutaran multimedia mereka?
3)      Apa keinginan klien?
4)      Membuat sesuatu yang sama sekali baru
5)      Apakah sarana yang menunjang untuk pembuatan proyek telah terpenuhi?
6)      Menginventarisir perangkat lunak yang dibutuhkan.
7)      Menginventarisir orang yang terlibat serta pembagian job deskripsi
8)      Membuat schedule kerja.
9)      Merancanakan biaya yang dibutuhkan
10)  Merencanakan pendistribusian hasil kerjqa.
11)  Mengupdate hasil kerja
Contoh:
Proses Pembuatan Film
Outline
Untuk mempermudah membuat proyek video, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan. Outline dapat disusun dengan rekan kerja atau dengan klien kita, supaya kita dapat menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat.
Script/Skenario
Dengan menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya.
Storyboard
Apabila kurang cukup dengan outline dan scenario, maka kita dapat pula menyertakan storyboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita. Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya
Rencana Anggaran Biaya
Ketika kita sedang mengerjakan proyek professional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam proyek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan. Tanpa anggaran biaya yang terencana, dan hanya mengandalkan spekulasi, maka prosentase kerugian akan menjadi besar. Rencana anggaran biaya meliputi gaji untuk kita, rekan kerja, actor dan talent lainnya (effect specialist, graphics designer, musisi, narrator, dan animal trainers), begitu pula dengan pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, properties, sewa peralatan, catering dan yang lainnya

2.     Production
Tahap produksi merupakan tahap ketika proyek multimedia di render kemungkinan terjadi menghadapi masalah-masalah misalnya ketika file grafis lenyap dari server atau lupa mengirim, ketika suara hilang ataupun hard disk mengalami crash.
Ilustrasi pelaksanaan produksi Multimedia
Proses ini terdiri dari :
Konten Penciptaan
1)      Grafis
2)      Teks
3)      Animasi
4)      Video
5)      Suara EFX
6)      Musik
Pemrosesan isiProofing, editing, assembly, formatting, compression, Sesuaikan dengan isi, tujuan pesan  mungkin juga pengguna dari produk ini
1)      Proofing / pemeriksaan
2)      Mengedit
3)      Majelis
4)      Format
5)      Kompresi
Penciptaan Perangkat Lunak
1)      Authoring
2)      Pengembangan perangkat lunak kustom
3)      Menerapkan perilaku interaksi judul
4)      Penerapan database dan layanan backend lainnya
Pengintegrasian isi dan software harus memudahkan  pelanggan/ pengguna untuk mengakses atau menggunakannya, serta software yang digunakan harus up to date
1)      Sangat dekat hubungan antara konten dan piranti lunak
2)      Salah satu tidak dapat melanjutkan jauh tanpa yang lain
3)      Versi perangkat lunak berhasil dan konten berjalan dengn baik
Merevisi desain
1)      pengujian informal pengguna
2)      pengujian formal pengguna
3)      Berdasarkan hasil tes, merevisi dokumen desain
Pembekuan desain

Merevisi isi dan software mengikuit desain akhir, produk yang terbaik biasanya hasil dari umpan balik yang berkesinambuangan dan modifikasi yang yang di implemantasikan pada seluruh proses produksi
Membangun versi Alpha

Ditetapkannya fungsionalitas, mayoritas melengkapi implementasi, mengintegrasikan semua modul lengkap dengan judul dalam bangunan
§  Pertama pengujian dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan konten
§  Mengevaluasi laporan bug dan menentukan yang akan diperbaiki
Mengevaluasi setiap hambatan yang terjadi, hasil evaluasi harus dibuat catatannya serta catatan antisifasinya ini penting untung pegangan proyek berikutnya yang akan dibahas pada saat memulai proyek selanjutnya, untuk menge-liminir kesalahan serta gangguan.
§  Merevisi perangkat lunak dan konten didasarkan pada evaluasi bug, temuan – temuan dijadikan acuan untuk merisi kekurangan baik,itu berupa software atau isi.
§  Sisa bagian Lengkap dari judul
§  Membangun versi Beta judul lengkap
§  Fungsionalitas penuh, tidak sepenuhnya diuji

3.      Post Production
Setelah proses produksi maka akan dihasilkan footage atau koleksi klip video. Untuk membangun dan menyampaikan cerita, maka harus mengedit dan menyusun klip-klip tersebut dan tentu saja menambahkan visual effects, gambar, title dan soundtrack. Proses diatas disebut dengan postproduction atau pasca produksi.
Berikut ini merupakan aplikasi dari Adobe yang khusus dirancang untuk proses pasca produksi :
1.       Adobe Premiere Pro, aplikasi editing yang realtime untuk para professional dalam bidang digital video production.
2.       Adobe After Effect, sebuah aplikasi khusus untuk Motion Graphics dan Visual Effect
3.       Adobe Audition™, aplikasi professional untuk pengolahan audio digital.
4.       Adobe Encore™ DVD, aplikasi professional untuk DVD authoring.
Selain aplikasi-aplikasi diatas, dikenal pula dua aplikasi grafis professional yang juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan elemen grafis berkualitas tinggi, aplikasi tersebut adalah Adobe Photoshop® dan Adobe Illustrator®. Pada bab lain akan dibahas pula metode integrasi berbagai produk Adobe untuk keperluan pasca produksi.

Proses ini meliputi:
1)      Pengujian versi Beta dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan konten
1.       Proof content / Bukti konten – teks, gambar, suara, kredit, dll
2.       Proof interaction / Bukti interaksi – link yang benar, tanggapan, tindakan
3.       Check for unexpected interactions /Periksa interaksi tak terduga – desain adalah selalu tidak lengkap dan tidak mengantisipasi segala sesuatu yang dapat terjadi
4.       Check for crashes/ Periksa untuk crash
2)      Mengevaluasi laporan bug dan menentukan yang akan diperbaiki
3)      Merevisi perangkat lunak dan konten didasarkan pada evaluasi bug
4)      Ulangi tes, laporan, merevisi siklus sampai bug dikurangi sampai tingkat yang dapat diterima
5)      Lepaskan Golden Master ke publik untuk situs web  atau manufaktur
6)      Arsip semua bahan produksi
1.       Sumber aset – foto, video & kaset audio, dokumen, dll
2.       Master file digital – grafis, audio, teks, video, dan hal lain dalam resolusi tinggi, format diedit
3.       Akhir aset
4.       Perangkat Lunak
5.       alat Kustom
6.       Dokumentasi
7)      Menyampaikan Arsip; Dokumentasi untuk klien
8)      Promosikan situs