Rabu, 17 April 2019

INTERNAL RELATIONS






INTERNAL RELATIONS

Hubungan Internal 

hubungan Internal (hubungan internal) adalah kegiatan public relations (PR) untuk membina hubungan dengan publik internal, seperti karyawan, para manajer, top management dan para pemegang saham (Stockholders) agar citra dan reputasi organisasi atau perusahaan tetap postif dimata piblik internal.

Hubungan Karyawan 

para karyawan ingin menyatakan pendapatnya kepada manajemen tentang pekerjaan, kondisi dana hal-hal lain yang mempengaruhi kepentingannya. dalam melalukan hubungan dengan karyawan, banyak cara dan media yang dapat digunakan oleh pihakk perusahaan. diantarannya : 
1. Komunikasi lisan antarpersona
2. sistem pidato kelompok
3. sistem informasi telepon 
4. rapat merupakan media komunikasi yang lazim dilaksanakan manajamen degan karyawan.
5. siaran televisi terbatas
6. gelanggang terbuka (open house)
7. kunjungan pelaksana ke berbagai bagian 
8. surat manajemen
9. surat kabar atau majalah karyawan 
10. papan pengumuman 
11. pameran produk 
12, laporan keuangan 
13. iklan surat kabar atau majalah 
14. buku penuntun dan pedoman karyawan
15. amplop daftar gaji 
16. kaset,film dan slaid media komunikasi karyawan yang utama 
17. rak baca yang diisi buku mini tentang masalah perusahaan, politik,ekonomi,sosil,keseharan,penghematan,keamanan,hobi,masakan,olahraga dan hal-hal yang mearik lainnya untuk para karyawan

Hubungan pemegang saham
tujuan hubungan pemegang saham adalah untuk membangkitkan perhatian pemilik pada perusahaan, menciptakan suatu pengertian yang lebik baik antara perusahaan dan para pemilik saham dengan komunikasi finansial, membujuk para pemegang saham untuk memakai dan menganjurkan pembeliaan produk perusahaan mengurangi pergantian para pemegang saham dan mempromosikan pemilikan saham sebagai suatu inventasi jangka panjang mengurangi kritik pemegang saham dan eksposisi terhadap manajemen


Hubungan Ekternal
External relations (hubungan ekternal) adalah kegiatan pr yang melakukan hubungan dengan publik ekternal sebuah organisasi atau perusahaan, seperti pers, komunitas,pendidik dan para pemuka pendapat.

hubungan pendidikan 
tujuan hubungan pendidikan :
1. menciptakan hubungan perseorangan yang baik dengan para pendidik sehingga dapat lebih mengetahui metode dan kebutuhan sekolah yang modern
2. memberikan dukungan aktif kepada para guru atas penelitian dan proyek pendidikan 

Hubungan pemerintah 
suatu perkembangan penting dalam pr adalah terjadinnya hubungan yang lebih erat antara perusahaan, asosiasi dan perserikatan dengan pemerintah, serta semakin meluasnya keterlibatan lembaga-lembaga swasta dalam perusahaan masyarakat (dimana selama ini permasalahan masyarakat lebih banyak ditangani pemerintah)

Hubungan legislatif 
program hubungan legislatif harus direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan kajian yang saksama dalam kebijakan perusahaan, yang diawali konsultasi dengan manajemen.



RISET PR


RISET PR


  1. 4 tahap penelitian PR yang efektif:

  2.  1. Research: memberikan informasi yang diperlukan untuk memahami kebutuhan publik dan untuk mengembangkan pesan yang kuat 
  3. 2. Planning: proses menetapkan tujuan dan sasaran dan menentukan cara untuk menemui mereka, disebut sebagai fungsi sentral dari manajemen 
  4. 3. Communication: adalah terkait dengan strategi pesan, membuat pesan lebih menarik dan persuasif kepada masyarakat 
  5. 4. Measurement: teknik pengukuran menyediakan sarana untuk menunjukkan kepada manajemen bahwa PR adalah untuk mencapai tujuan dan kontribusi dalam cara yang berarti bagi organisasi.

  6. 3. The Public Relations Process Research & analysis Policy information Programming Communication Feedback Program assessment & adjustment

  7. 4. Step 1 : Research & analysis • Menentukan masalah PR dan peluang nya • Mencari umpan balik dari masyarakat , laporan media, komentar editorial , analisis data trend , penelitian lain , pengalaman pribadi , dan peraturan pemerintah.
  8.  Step 2 : Policy formulation • PR sebagai penasehat manajemen puncak , membuat rekomendasi kebijakan & tindakan apa yang harus diambil 
  9. Step 3 : Programming • Setelah kebijakan atau tindakan yang disepakati , PR mulai merencanakan program komunikasi • Menetapkan tujuan , menentukan khalayak , memutuskan strategi apa yang akan digunakan pada waktu tertentu 
  10. Step 4 : Communicatio n • PR mengeksekusi program melalui cara seperti : website, rilis berita acara khusus , pidato , program hubungan masyarakat , dll 
  11. Step 5 : Feedback • Efek diukur dengan umpan balik 
  12. Step 6 : Assessment • Siklus tersebut diulang • Keberhasilan atau kegagalan dari program atau kebijakan dinilai sebagai cara untuk menentukan upaya tambahan diperlukan , masalah baru , peluang

  13. 5. Peran Penelitian 
  14. • Penilitian adalah bentuk dalam mendengarkan dengan teliti. • “Research is the controlled, objectives, and systematic gathering of information for the purpose of describing and understanding" – Broom and Dozier (Using Research in PR) Ada 2 kriteria yang dipertimbangkan untuk proses mendengarkan:
  15.  1. Validitas 
  16. 2. Reliabilitas

  17. 6. Peran dan Ruang Lingkup Penelitian
  18.  • Penelitian ini sering menjadi dasar untuk mengevaluasi program setelah program selesai. 
  19. • Hasil evaluasi dapat menyebabkan akuntabilitas dan kredibilitas dengan manajemen atas “upper management”(chp. 8)

  20. 7. Using Research PR menggunakan penelitian ini dengan cara berikut: 
  21. 1. untuk mencapai kredibilitas dengan manajemen 
  22. 2. untuk menentukan audiens dan publik segmen 
  23. 3. untuk merumuskan strategi
  24.  4. untuk menguji pesan 
  25. 5. untuk membantu manajemen tetap berhubungan 
  26. 6. untuk mencegah krisis 
  27. 7. untuk memantau kompetisi 
  28. 8. untuk mempengaruhi opini publik 
  29. 9. untuk menghasilkan publisitas 
  30. 10. untuk mengukur keberhasilan

  31. 8. Teknik Penelitian (2) 
  32. 1. Secondary Research
  33.  2. Primary Research
  34. 9. Teknik Penelitian: Secondary Research (3) 
  35. 1. Archival Research: mencakup pernyataan kebijakan organisasi, inti pidato eksekutif, masalah masa lalu karyawan, newsletter dan majalah, laporan masa lalu tentang public relations, usaha pemasaran, dan berita kliping.
  36.  2. Library and Online Database: Library; referensi buku, jurnal akademik, dan berbagai publikasi yang ada di setiap kota dan perpustakaan universitas. Online database; ProQuest, Factiva, LexisNate berisi abstrak atau ribuan teks penuh, bahkan jutaan dari sebuah artikel.
  37. 10. Teknik Penelitian: Secondary Research PR menggunakan database online untuk: • fakta penelitian untuk mendukung proyek yang diusulkan atau kampanye yang memerlukan persetujuan manajemen puncak 
  38. • tetap mengikuti berita tentang klien dan pesaing 
  39. • melacak kampanye organisasi media dan pengumuman pers competitor
  40.  • mencari kutipan khusus atau statistik yang mengesankan dalam pidato atau laporan 
  41. • mengikuti reaksi pers dan bisnis untuk tindakan terbaru dalam organisasi
  42. 11. Teknik Penelitian: Secondary Research (3) 3. The World Wide Web: Peneliti dapat menggunakan spesifik profesi dalam media sosial, seperti PROpenMic.org dan newsgroup seperti PROFORUM. Selain itu, ada juga seperti: 
  43. • Yahoo!-based PR discussion groups
  44.  • NYCPublicRealtionsGroup 
  45. • SmallPRAgencyPros
  46.  • PRBytes 
  47. • PRMindshare
  48.  • PRQuorum
  49.  • YoungPRPros

  50. 12. Primary Research : Jenis Penelitian 2. Quantitative research 1. Qualitative research Dalam Primary Research ada 2 jenis penelitian:

  51. 13. Jenis Penelitian: Metode Kualitatif 1. Content Analysis 2. Interviews 3. Focus Group 4. Copy Testing 5. Ethnographic Techniques

  52. 14. Metode Kualitatif: Content Analysis 
  53. 1. Persentase menguntungkan, netral, dan negatif menyebutkan tentang perusahaan atau produk atau layanan 
  54. 2. Kesamaan dari artikel dan saat siaran 
  55. 3. Prosentase artikel yang berisi pesan kunci menunjukkan bahwa organisasi ingin berkomunikasi
  56. 15. Metode Kualitatif: Interviews 2 jenis wawancara 
  57. • Intercept interview/Convenience poll: orang-orang dicegat di tempat-tempat umum dan dimintai pendapat mereka. Relatif lebih mudah untuk berdiri di mall daripada berbicara dengan orang lain. 
  58. • Purposive Interviewing: diwawancarai berdasarkan keahlian, pengaruh dan kepemimpinan didalam masyarakat.
  59. 16. Metode Kualitatif: Focus Group 
  60. • Melakukan diskusi dalam jumlah terbatas dengan sejumlah responden terpilih membahas tematik tertentu dan mengambil banyak masukan dan kritik dari mereka.
  61. 17. Metode Kualitatif: Copy Testing Pesan dibuat tidak sesuai dengan karekteristik dan kapasitas audience, riset ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman audience terhadap suatu pesan.
  62. 18. Metode Kualitatif: Ethnographic Technique Melakukan teknik etnografis dengan cara observasi perilaku individu atau kelompok (terjun langsung dalam kehidupan publik)
  63. 19. Jenis Penelitian: Metode Kuantitatif 1. Random Sampling: Secara statistik, artinya semua orang sebagai terget audience. Seringkali disebut juga ‘probability sample’. 2. Sample Size: tujuan utama mendapatkan data adalah untuk mendapatkan indikasi dari perilaku dan opini, bukan prediksi. Oleh karena itu, tidak selalu dibutuhkan atau menggunakan sampling ilmiah.
  64. 20. Questionnaire Construction Kategori jawaban Kebenaran secara politis Pertimbangkan waktu dan konteks Menghindari kalimat yang menyimpang Tata bahasa 1 2 3 4 5
  65. 21. How to Reach Respondents 1. Mailed Questionnaires 2. Telephone Surveys 3. Personal Interviews 4. Omnibus and Piggyback Surveys 5. Web and E-Mail Surveys
  66. 22. Mailed Questionnaire • Kuesioner surat memiliki respon yang rendah. 1. Kuesioner perusahaan komersial kepada masyarakat umum biasanya: 1 - 2 % 2. Survei menyangkut isu yang mempengaruhi masyarakat umum: 5 - 20 % 3. Kuesioner dikirimkan oleh suatu organisasi untuk para anggotanya: 30 - 80 %
  67. 23. Personal Interviews Wawancara pribadi dapat menghasilkan banyak informasi jika pengaturan dikendalikan selama terdapat konsentrasi orang dengan minat yang sama.
  68. 24. Telephone Surveys Keuntungan survei melalui telepon: 1. Ada tanggapan langsung atau tidak. 2. Pemberitahuan melalui telepon bersifat pribadi. 3. Sebuah panggilan telepon lebih efektif daripada pergi dari pintu ke pintu dan mewawancarai orang-orang. 4. Nilai tanggapan, jika survei benar dan dilakukan oleh pewawancara terlatih, kebenarannya dapat mencapai 80 hingga 90 persen. Kerugian utama dari wawancara telepon adalah kesulitan dalam mendapatkan akses ke semua nomor telepon.
  69. 25. Omnibus and Piggybank Surveys • Omnibus Survey: mengumpulkan beberapa organisasi disuatu tempat untuk melakukan sebuah beberapa pertanyaan penelitian. • Piggybank Survey: Sebuah organisasi “membeli” sebuah pertanyaan dalam survei nasional yang dilakukan oleh organisasi survei.
  70. 26. Web and E-Mail Surveys Ada beberapa metode untuk menarik responden ke situs Web: 1. Iklan banner mengumumkan survei di situs Web lain atau jaringan online 2. E-mail undangan kepada khalayak sasaran 3. menelepon individu dengan undangan untuk berpartisipasi 4. mengirimkan kartu pos.
  71. 27. Festival Jajanan Bango • Merujuk data MARS, tahun 2008 nilai bisnis kecap masih di angka Rp 3,21 triliun. Angka tersebut terus bertumbuh tiap tahunnya, dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahun mencapai 3,8%. • Di tahun 2013, nilai bisnis kecap di Tanah Air menembus Rp 7,14 triliun. • Dalam kasus tersebut Unilever menggunakan ‘Secondary Research’ untuk melakukan sebuah programnya. Program itu akan memperkuat persepsi bahwa Bango peduli terhadap pelestarian budaya. Efek ini menimbulkan efek positif bagi merek Bango mix.co.id
  72. 28. Program CSR Unliver berdasarkan Riset
  73. 29. #brightfuture project Unilever meluncurkan iklan Program CSR tersebut, berangkat dari fakta bahwa hingga kini masih banyak orang yang mandi, mencuci, dan buang air besar di sungai yang sama, tanpa menyadari bahaya kesehatan yang mengancam. Dalam kasus tersebut Unilever menggunakan Metode Kuantitatif untuk melakukan #brightfutre project.
  74. 30. Feedback #brightfuture

PRODUKSI MULTIMEDIA/ PENGELOLAAN SOSMED

17 April 2019



Proses Produksi Produk Multimedia (Life Cycle)
Terdiri dari 3 sub proses : Pre-Production, Production, Post Production

1)   Pre-Production
Preproduction atau Pra Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film atau video). Dengan lahirnya teknologi digital video dan metode nonlinear editing maka proses produksi video menjadi lebih mudah. Ketika kita akan memulai sebuah proyek, terkadang kita telah memiliki stock-shoot/footage video yang kita butuhkan, untuk itu kita harus melakukan peninjauan ulang segala kebutuhan sesuai dengan cerita yang akan kita buat. Artinya, kita harus mempersiapkan footage video yang telah ada, fotografi, diagram dan grafik, gambar ilustrasi, atau animasinya. Tetapi banyak pula para videographer yang memulai dari awal atau dari nol. Pada intinya tujuan pra produksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya digital video sesuai dengan harapan.
§  Proses penuangan ide (proposal) produk
1)      Title goals / judul tujuan
2)      Audience / pemirsa
3)      Title genre – doom type game, nonprofit web site, kiosk, etc. / judul jenis karya – jenis permainan doom, situs web nirlaba, kios, dll
4)      Marketing requirements / penentuan pemasaran
5)      Budget parameters / anggaran dana
6)      Schedule requirements / penentuaan jadwal pelaksanaan
§  Desain
1)      Berita / konten / jasa
2)      Arsitektur Informasi
3)      Visual dan suara
4)      Teknis
5)      Interaksi
6)      Navigasi
§  Perencanaan produk
1)      Storyboard / konten garis
1.       Menentukan lingkup proyek – berapa banyak halaman, suara, animasi, dll
2.       Tentukan aliran proyek – organisasi dan navigasi
3.       Dari ini datang informasi yang dibutuhkan untuk sisa rencana produksi
2)      Penganggaran
1.       Produksi
2.       Konten ahli dan konsultan lainnya
3.       Hak akuisisi & izin
4.       Pengujian
5.       Duplikasi atau hosting versi uji
3)      Penjadwalan
1.       Hak akuisisi; izin
2.       Konten produksi
3.       Konten akuisisi (video, teks, gambar, dll)
4.       Rekayasa perangkat lunak
5.       Pengujian
4)      Aset manajemen
1.       Organisasi
2.       Penamaan konvensi
3.       Revisi manajemen
4.       Backup
5)      Pengujian
1.       Pengguna pengujian
2.       Konten pengujian
3.       Fungsional pengujian
6)      Staf
1.       Berapa banyak staf di-rumah
2.       Berapa banyak kontraktor
3.       Siapa melakukan apa
7)      Pembayaran tonggak
§  Dokumentasi
1)      Desain
2)      Rencana Produksi
§  Kumpulkan tim
1)      Designer
2)      Produsen
3)      Teknis desainer
4)      Seni Direktur
5)      Audio produser
6)      Penulis dan editor
7)      Grafis seniman
8)      Programmer / coders HTML
9)      Komponis / suara desainer / musisi
10)  Konten spesialis
11)  Teknis asisten
12)  Produksi asisten
13)  Hak dan peneliti
14)  Pengacara
§  Membangun prototype
1)      Menguji arah desain
2)      Buktikan keluar komponen teknologi baru
3)      Dapatkan semua orang pada halaman yang sama tentang apa proyek
4)      Lihat bagaimana tim bekerja sama
§  Pengurusan hak cipta
§  Penandatanganan kontrak dan pembiayaan
Proses kerja Pre Produksi :
Secara singkat praproduksi yaitu menentukan ide cerita kemudian mensketsakan beberapa adegan penting ke dalam bentuk naskah cerita. Lalu dibuat Storyboard untuk menerjemahkan naskah menjadi cerita yg lebih mendetail. Dibuat Karakter tokoh; background awal. Lalu membuat Keyframe. Test Shot, yaitu sebuah rangkaian pendek gambar yg dirender dgn full color untuk memastikan teknik pergerakan dan renderingnya. Sebelum proses cells animation sendiri dimulai, dibutuhkan konsep cerita yang harus dibuat dalam bentuk narasi.
Beberapa elemen yang perlu menjadi pertimbangan pra produksi
1)      Apakah tujuan dan pesan yang ingin disanpaikan? Dan apa essensinya
2)      Siapa pemirsa yang akan di tuju? Siapa yang akan menjadi pengguna akhir dari karya ini? Seperti apa flat form pemutaran multimedia mereka?
3)      Apa keinginan klien?
4)      Membuat sesuatu yang sama sekali baru
5)      Apakah sarana yang menunjang untuk pembuatan proyek telah terpenuhi?
6)      Menginventarisir perangkat lunak yang dibutuhkan.
7)      Menginventarisir orang yang terlibat serta pembagian job deskripsi
8)      Membuat schedule kerja.
9)      Merancanakan biaya yang dibutuhkan
10)  Merencanakan pendistribusian hasil kerjqa.
11)  Mengupdate hasil kerja
Contoh:
Proses Pembuatan Film
Outline
Untuk mempermudah membuat proyek video, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan. Outline dapat disusun dengan rekan kerja atau dengan klien kita, supaya kita dapat menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat.
Script/Skenario
Dengan menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya.
Storyboard
Apabila kurang cukup dengan outline dan scenario, maka kita dapat pula menyertakan storyboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita. Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya
Rencana Anggaran Biaya
Ketika kita sedang mengerjakan proyek professional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam proyek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan. Tanpa anggaran biaya yang terencana, dan hanya mengandalkan spekulasi, maka prosentase kerugian akan menjadi besar. Rencana anggaran biaya meliputi gaji untuk kita, rekan kerja, actor dan talent lainnya (effect specialist, graphics designer, musisi, narrator, dan animal trainers), begitu pula dengan pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, properties, sewa peralatan, catering dan yang lainnya

2.     Production
Tahap produksi merupakan tahap ketika proyek multimedia di render kemungkinan terjadi menghadapi masalah-masalah misalnya ketika file grafis lenyap dari server atau lupa mengirim, ketika suara hilang ataupun hard disk mengalami crash.
Ilustrasi pelaksanaan produksi Multimedia
Proses ini terdiri dari :
Konten Penciptaan
1)      Grafis
2)      Teks
3)      Animasi
4)      Video
5)      Suara EFX
6)      Musik
Pemrosesan isiProofing, editing, assembly, formatting, compression, Sesuaikan dengan isi, tujuan pesan  mungkin juga pengguna dari produk ini
1)      Proofing / pemeriksaan
2)      Mengedit
3)      Majelis
4)      Format
5)      Kompresi
Penciptaan Perangkat Lunak
1)      Authoring
2)      Pengembangan perangkat lunak kustom
3)      Menerapkan perilaku interaksi judul
4)      Penerapan database dan layanan backend lainnya
Pengintegrasian isi dan software harus memudahkan  pelanggan/ pengguna untuk mengakses atau menggunakannya, serta software yang digunakan harus up to date
1)      Sangat dekat hubungan antara konten dan piranti lunak
2)      Salah satu tidak dapat melanjutkan jauh tanpa yang lain
3)      Versi perangkat lunak berhasil dan konten berjalan dengn baik
Merevisi desain
1)      pengujian informal pengguna
2)      pengujian formal pengguna
3)      Berdasarkan hasil tes, merevisi dokumen desain
Pembekuan desain

Merevisi isi dan software mengikuit desain akhir, produk yang terbaik biasanya hasil dari umpan balik yang berkesinambuangan dan modifikasi yang yang di implemantasikan pada seluruh proses produksi
Membangun versi Alpha

Ditetapkannya fungsionalitas, mayoritas melengkapi implementasi, mengintegrasikan semua modul lengkap dengan judul dalam bangunan
§  Pertama pengujian dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan konten
§  Mengevaluasi laporan bug dan menentukan yang akan diperbaiki
Mengevaluasi setiap hambatan yang terjadi, hasil evaluasi harus dibuat catatannya serta catatan antisifasinya ini penting untung pegangan proyek berikutnya yang akan dibahas pada saat memulai proyek selanjutnya, untuk menge-liminir kesalahan serta gangguan.
§  Merevisi perangkat lunak dan konten didasarkan pada evaluasi bug, temuan – temuan dijadikan acuan untuk merisi kekurangan baik,itu berupa software atau isi.
§  Sisa bagian Lengkap dari judul
§  Membangun versi Beta judul lengkap
§  Fungsionalitas penuh, tidak sepenuhnya diuji

3.      Post Production
Setelah proses produksi maka akan dihasilkan footage atau koleksi klip video. Untuk membangun dan menyampaikan cerita, maka harus mengedit dan menyusun klip-klip tersebut dan tentu saja menambahkan visual effects, gambar, title dan soundtrack. Proses diatas disebut dengan postproduction atau pasca produksi.
Berikut ini merupakan aplikasi dari Adobe yang khusus dirancang untuk proses pasca produksi :
1.       Adobe Premiere Pro, aplikasi editing yang realtime untuk para professional dalam bidang digital video production.
2.       Adobe After Effect, sebuah aplikasi khusus untuk Motion Graphics dan Visual Effect
3.       Adobe Audition™, aplikasi professional untuk pengolahan audio digital.
4.       Adobe Encore™ DVD, aplikasi professional untuk DVD authoring.
Selain aplikasi-aplikasi diatas, dikenal pula dua aplikasi grafis professional yang juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan elemen grafis berkualitas tinggi, aplikasi tersebut adalah Adobe Photoshop® dan Adobe Illustrator®. Pada bab lain akan dibahas pula metode integrasi berbagai produk Adobe untuk keperluan pasca produksi.

Proses ini meliputi:
1)      Pengujian versi Beta dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan konten
1.       Proof content / Bukti konten – teks, gambar, suara, kredit, dll
2.       Proof interaction / Bukti interaksi – link yang benar, tanggapan, tindakan
3.       Check for unexpected interactions /Periksa interaksi tak terduga – desain adalah selalu tidak lengkap dan tidak mengantisipasi segala sesuatu yang dapat terjadi
4.       Check for crashes/ Periksa untuk crash
2)      Mengevaluasi laporan bug dan menentukan yang akan diperbaiki
3)      Merevisi perangkat lunak dan konten didasarkan pada evaluasi bug
4)      Ulangi tes, laporan, merevisi siklus sampai bug dikurangi sampai tingkat yang dapat diterima
5)      Lepaskan Golden Master ke publik untuk situs web  atau manufaktur
6)      Arsip semua bahan produksi
1.       Sumber aset – foto, video & kaset audio, dokumen, dll
2.       Master file digital – grafis, audio, teks, video, dan hal lain dalam resolusi tinggi, format diedit
3.       Akhir aset
4.       Perangkat Lunak
5.       alat Kustom
6.       Dokumentasi
7)      Menyampaikan Arsip; Dokumentasi untuk klien
8)      Promosikan situs