17 April 2019
Proses Produksi Produk
Multimedia (Life Cycle)
Terdiri dari 3 sub
proses : Pre-Production, Production, Post Production
1) Pre-Production
Preproduction atau Pra Produksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum
merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film atau
video). Dengan lahirnya teknologi digital video dan metode nonlinear editing
maka proses produksi video menjadi lebih mudah. Ketika kita akan memulai sebuah
proyek, terkadang kita telah memiliki stock-shoot/footage video yang kita
butuhkan, untuk itu kita harus melakukan peninjauan ulang segala kebutuhan sesuai
dengan cerita yang akan kita buat. Artinya, kita harus mempersiapkan footage
video yang telah ada, fotografi, diagram dan grafik, gambar ilustrasi, atau
animasinya. Tetapi banyak pula para videographer yang memulai dari awal atau
dari nol. Pada intinya tujuan pra produksi adalah mempersiapkan segala
sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan
suatu karya digital video sesuai dengan harapan.
§
Proses penuangan ide (proposal) produk
1) Title goals / judul tujuan
2) Audience / pemirsa
3) Title genre – doom type game, nonprofit
web site, kiosk, etc. / judul jenis
karya – jenis permainan doom, situs web nirlaba,
kios, dll
4) Marketing requirements / penentuan
pemasaran
5) Budget parameters / anggaran dana
6) Schedule requirements / penentuaan jadwal
pelaksanaan
§
Desain
1) Berita / konten / jasa
2) Arsitektur Informasi
3) Visual dan suara
4) Teknis
5) Interaksi
6) Navigasi
§
Perencanaan produk
1) Storyboard / konten garis
1.
Menentukan lingkup proyek
– berapa banyak halaman, suara, animasi, dll
2.
Tentukan aliran proyek
– organisasi dan navigasi
3.
Dari ini datang informasi yang
dibutuhkan untuk sisa rencana produksi
2) Penganggaran
1.
Produksi
2.
Konten ahli dan
konsultan lainnya
3.
Hak akuisisi & izin
4.
Pengujian
5.
Duplikasi atau
hosting versi uji
3) Penjadwalan
1.
Hak akuisisi; izin
2.
Konten produksi
3.
Konten akuisisi (video,
teks, gambar, dll)
4.
Rekayasa perangkat lunak
5.
Pengujian
4) Aset manajemen
1.
Organisasi
2.
Penamaan konvensi
3.
Revisi manajemen
4.
Backup
5) Pengujian
1.
Pengguna pengujian
2.
Konten pengujian
3.
Fungsional pengujian
6) Staf
1.
Berapa banyak staf di-rumah
2.
Berapa banyak kontraktor
3.
Siapa melakukan apa
7) Pembayaran tonggak
§
Dokumentasi
1) Desain
2) Rencana Produksi
§
Kumpulkan tim
1) Designer
2) Produsen
3) Teknis desainer
4) Seni Direktur
5) Audio produser
6) Penulis dan editor
7) Grafis seniman
8) Programmer / coders HTML
9) Komponis /
suara desainer / musisi
10) Konten spesialis
11) Teknis asisten
12) Produksi asisten
13) Hak dan peneliti
14) Pengacara
§
Membangun prototype
1) Menguji arah desain
2)
Buktikan keluar komponen teknologi baru
3) Dapatkan semua orang pada
halaman yang sama tentang apa proyek
4) Lihat bagaimana tim bekerja sama
§
Pengurusan hak cipta
§
Penandatanganan kontrak dan pembiayaan
Proses kerja Pre Produksi :
Secara singkat praproduksi yaitu menentukan ide cerita kemudian
mensketsakan beberapa adegan penting ke dalam bentuk naskah cerita. Lalu dibuat
Storyboard untuk menerjemahkan naskah menjadi cerita yg lebih mendetail. Dibuat
Karakter tokoh; background awal. Lalu membuat Keyframe. Test
Shot, yaitu sebuah rangkaian pendek gambar yg dirender dgn full color untuk
memastikan teknik pergerakan dan renderingnya. Sebelum proses cells
animation sendiri dimulai, dibutuhkan konsep cerita yang harus dibuat
dalam bentuk narasi.
Beberapa elemen yang perlu menjadi pertimbangan pra
produksi
1) Apakah tujuan dan pesan yang ingin
disanpaikan? Dan apa essensinya
2) Siapa pemirsa yang akan di tuju? Siapa
yang akan menjadi pengguna akhir dari karya ini? Seperti apa flat form pemutaran
multimedia mereka?
3) Apa keinginan klien?
4) Membuat sesuatu yang sama sekali baru
5) Apakah sarana yang menunjang untuk
pembuatan proyek telah terpenuhi?
6) Menginventarisir perangkat lunak yang
dibutuhkan.
7) Menginventarisir orang yang terlibat serta
pembagian job deskripsi
8) Membuat schedule kerja.
9) Merancanakan biaya yang dibutuhkan
10) Merencanakan pendistribusian hasil kerjqa.
11) Mengupdate hasil kerja
Contoh:
Proses Pembuatan Film
Outline
Untuk mempermudah membuat proyek video, maka kita harus membuat sebuah rencana
kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point
pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang
harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan.
Outline dapat disusun dengan rekan kerja atau dengan klien kita, supaya kita
dapat menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah
pelaksanaan proyek yang akan dibuat.
Script/Skenario
Dengan menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai
tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti
iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film
animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan
tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound
atmosfir, dan lain sebagainya.
Storyboard
Apabila kurang cukup dengan outline dan scenario, maka kita dapat pula
menyertakan storyboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita.
Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang
menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan
mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya.
Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi
nantinya
Rencana Anggaran Biaya
Ketika kita sedang mengerjakan proyek professional ataupun pribadi, maka
sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam proyek
professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan
perusahaan. Tanpa anggaran biaya yang terencana, dan hanya mengandalkan
spekulasi, maka prosentase kerugian akan menjadi besar. Rencana anggaran biaya
meliputi gaji untuk kita, rekan kerja, actor dan talent lainnya (effect
specialist, graphics designer, musisi, narrator, dan animal trainers), begitu
pula dengan pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, properties, sewa
peralatan, catering dan yang lainnya
2. Production
Tahap produksi merupakan tahap ketika proyek
multimedia di render kemungkinan terjadi menghadapi masalah-masalah misalnya
ketika file grafis lenyap dari server atau lupa mengirim, ketika suara hilang
ataupun hard disk mengalami crash.
Ilustrasi pelaksanaan produksi Multimedia
Proses ini terdiri dari :
Konten Penciptaan
1) Grafis
2) Teks
3) Animasi
4) Video
5) Suara EFX
6) Musik
Pemrosesan isi: Proofing, editing, assembly, formatting,
compression, Sesuaikan dengan isi, tujuan pesan
mungkin juga pengguna dari produk ini
1) Proofing / pemeriksaan
2) Mengedit
3) Majelis
4) Format
5) Kompresi
Penciptaan Perangkat Lunak
1) Authoring
2) Pengembangan perangkat lunak kustom
3)
Menerapkan perilaku interaksi judul
4) Penerapan database dan
layanan backend lainnya
Pengintegrasian isi dan software harus
memudahkan pelanggan/ pengguna untuk mengakses atau menggunakannya, serta
software yang digunakan harus up to date
1) Sangat dekat hubungan
antara konten dan piranti lunak
2) Salah satu tidak dapat
melanjutkan jauh tanpa yang lain
3) Versi perangkat
lunak berhasil dan konten berjalan dengn baik
Merevisi desain
1) pengujian informal pengguna
2) pengujian formal pengguna
3) Berdasarkan hasil tes,
merevisi dokumen desain
Pembekuan desain
Merevisi isi dan software mengikuit desain akhir, produk yang
terbaik biasanya hasil dari umpan balik yang berkesinambuangan dan modifikasi
yang yang di implemantasikan pada seluruh proses produksi
Membangun versi Alpha
Ditetapkannya fungsionalitas, mayoritas melengkapi implementasi,
mengintegrasikan semua modul lengkap dengan judul dalam bangunan
§ Pertama pengujian
dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan konten
§ Mengevaluasi laporan
bug dan menentukan yang akan diperbaiki
Mengevaluasi setiap hambatan yang terjadi, hasil evaluasi harus dibuat
catatannya serta catatan antisifasinya ini penting untung pegangan proyek
berikutnya yang akan dibahas pada saat memulai proyek selanjutnya, untuk
menge-liminir kesalahan serta gangguan.
§ Merevisi perangkat
lunak dan konten didasarkan pada evaluasi bug, temuan – temuan
dijadikan acuan untuk merisi kekurangan baik,itu berupa software atau isi.
§ Sisa bagian Lengkap dari
judul
§ Membangun versi
Beta judul lengkap
§ Fungsionalitas penuh, tidak
sepenuhnya diuji
3. Post Production
Setelah proses produksi maka akan dihasilkan footage atau koleksi klip
video. Untuk membangun dan menyampaikan cerita, maka harus mengedit dan
menyusun klip-klip tersebut dan tentu saja menambahkan visual effects, gambar,
title dan soundtrack. Proses diatas disebut dengan postproduction atau pasca
produksi.
Berikut ini merupakan aplikasi dari Adobe yang khusus dirancang untuk
proses pasca produksi :
1.
Adobe Premiere Pro, aplikasi editing
yang real‐time untuk para professional dalam
bidang digital video production.
2.
Adobe After Effect, sebuah aplikasi
khusus untuk Motion Graphics dan Visual Effect
3.
Adobe Audition™, aplikasi professional
untuk pengolahan audio digital.
4.
Adobe Encore™ DVD, aplikasi professional
untuk DVD authoring.
Selain aplikasi-aplikasi diatas, dikenal pula dua aplikasi grafis
professional yang juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan elemen
grafis berkualitas tinggi, aplikasi tersebut adalah Adobe Photoshop® dan Adobe
Illustrator®. Pada bab lain akan dibahas pula metode integrasi berbagai produk
Adobe untuk keperluan pasca produksi.
Proses ini meliputi:
1) Pengujian versi
Beta dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan
konten
1.
Proof content / Bukti konten
– teks, gambar, suara, kredit, dll
2.
Proof
interaction / Bukti interaksi – link yang
benar, tanggapan, tindakan
3.
Check for unexpected
interactions /Periksa interaksi tak
terduga – desain adalah selalu tidak lengkap dan
tidak mengantisipasi segala sesuatu yang dapat terjadi
4.
Check for crashes/ Periksa untuk
crash
2) Mengevaluasi laporan bug dan
menentukan yang akan diperbaiki
3) Merevisi perangkat lunak
dan konten didasarkan pada evaluasi bug
4)
Ulangi tes, laporan, merevisi siklus sampai bug dikurangi
sampai tingkat yang dapat diterima
5) Lepaskan Golden Master
ke publik untuk situs web atau manufaktur
6) Arsip semua bahan produksi
1.
Sumber aset – foto,
video & kaset audio, dokumen, dll
2.
Master file
digital – grafis, audio, teks, video, dan hal
lain dalam resolusi tinggi, format diedit
3.
Akhir aset
4.
Perangkat Lunak
5.
alat Kustom
6.
Dokumentasi
7)
Menyampaikan Arsip; Dokumentasi untuk klien
8) Promosikan situs