Rabu, 20 Maret 2019

SEMINAR KPU-RRI

20/2019


SEMINAR KPU-RRI

Tema: suara milenial, menentukan masa depan indonesia lima tahun kedepan
Seminar ini di laksnakan di aula ISMAIL DJALILI tepatnya di kampus STISIPOL CANDRADIMUKA, pada seminar ini di ikuti oleh semua mahasiswa STISIPOL CANDRADIMUKA dari semua jurusan yaitu jurusan ilmu komunikasi, ilmu administrasi negara, ilmu kesejahteraan sosial, dan ilmu politik.
Pemilu april 2019 merupakan pemilihan serentak.ini pengalam baru bagi kita dan masyarakat indonesia untuk melaksanakan pemilu serentak. Peningkatan kualitas pemilu harus di pahami dengan pendekatan komprehensif dan pendekatan sistem. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu merupakan tanggung jawab bersama, baik penyelenggaraan, masyarakat, pers, maupun pihak lain.Dalam siminar ini di bahas pentingnya suara milenial dalam pemilihan pada april nanti karna generasi muda adalah generasi penentu masa depan.

cara 14 varian pencoblosan surat suara yang dianggap sah oleh KPU untuk surat suara DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten:
1.Surat suara dicoblos di kolom nomor urut, tanda gambar, dan nama partai politik (parpol), maka suara dihitung untuk parpol;
2. Surat suara dicoblos di kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon;

3. Surat suara dicoblos di kolom parpol dan di kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon; 
4. Surat suara dicoblos di kolom parpol dan ada tanda coblos lain di lebih dari satu calon dari partai yang sama, maka suara dihitung untuk parpol;
 5. Surat suara dicoblos lebih dari satu buah di kolom parpol tanpa satu pun coblosan di nomor urut atau nama calon, maka suara dihitung untuk parpol; 
6. Surat suara dicoblos di surat suara di kotak berwarna abu-abu yang terletak di bawah nama calon terakhir, maka suara dihitung untuk parpol; 
7. Surat suara dicoblos tepat di garis kolom parpol tanpa mencoblos salah satu calon, maka suara dihitung untuk parpol; 
8. Surat suara dicoblos tepat di garis satu kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon; 
9. Surat suara dicoblos tepat di garis yang memisahkan antara nomor urut dan nama dua calon di dalam satu partai, maka suara dihitung untuk parpol; 
10. Surat suara dicoblos di satu kolom kosong karena calon meninggal atau dicoret karena tidak lagi memenuhi syarat, maka suara dihitung untuk parpol.
 11. Surat suara dicoblos di satu kolom kosong karena calon meninggal atau dicoret, tetapi ada tanda coblos juga di nomor urut dan nama calon yang memenuhi syarat yang keduanya ada di satu partai, maka suara dihitung untuk calon yang memenuhi syarat;
 12. Surat suara dicoblos lebih dari satu kali di kolom nomor urut dan nama calon, maka suara dihitung untuk calon; 
13. Surat suara dicoblos di satu kolom calon dan di kolom abu-abu, maka suara dihitung untuk calon; 
14. Surat suara dicoblos di kolom parpol yang tidak mempunyai daftar calon karena diberi sanksi, maka suara dihitung untuk parpol;




semoga bermanfaat yaa :)


















































PERSONAL BRANDING

Maret 20,2019


                                                              PERSONAL BRANDING

Perkenalkan nama saya Syelly puspa sari, lahir dipalembang pada tanggal 28 januari 1998. hobi saya itu olaharaga dan buat vidio unfaedah lah hehee :) jangan lupa follow akun instagram saya @syellyps yeahhhhhhh.. ok mulai bercerita sedikit :)

saya terlahir dari keluarga yang sederhana, namun saya selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan dimuka bumi. ayah dan ibu saya seorang perantau, ayah saya dari daerah lahat dan ibuk saya dari cirebon-jawa barat. ayah saya bekerja menjadi seorang guru olahraga. perjalanan susah dilewati dan jerih payah seorang ayah diangkat menjadi (PNS) itu sangat hebat. sosok ayah banyak mengajarkan hal yang penting, dan hal yang selalu di ingat , jaga amanah seseorang disaat orang itu sudah mempercayai mu untuk menjadi kan kamu sesuatu yang penting. atas dorongan ayah dan mama saya bisa terbang kesana kesini dengan biaya pengprov sumsel.  dan alhamdulillah saya kuliah bisa membayar uang kuliah sendiri dengan hasil jerih payah. dan saya kuliah ini ingin sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. untuk kemajuan saya sendiri.

untuk karakter sendiri banyak yang ngomong saya itu  gadis tomboy, masa sih??? hehe iyaa bener. dan saya itu menyukai pakaian kaos dan gak mau ribet dengan masalah penampilan.
tapi kalau ada acara resmi wajib harus berubah dong penampilan :) untuk sifat sendiri saya itu sedikit cool gitu ya kalau ketemu orang baru. jutek juga iya. tapi kalau udah lama kenal udah mulai jahil nya keliatan. gitu si menurut temen-temen :) hehehe

untuk sifat yang lain biar kalian yang melihat dari sudut pandang berbeda beda :) salam kenal yaaa :)









Tokoh PR favorit versi saya




Ivy Ledbetter Lee 

kenapa saya menyukai tokoh PR ini, menurut saya  itu dia membuat  News Release pertama, dimana ia meyakinkan pihak perusahaan agar dapat memberikan informasi secara terbuka pada jurnalis, sebelum mereka mendengarkan hal-hal lain dari sumber yang tidak jelas. ia juga mengundang jurnalis dan forografer ke lokasi kejadian serta memberikan mereka akses secepat mungkin menuju lokasi kejadian, upayanya menyentuh hati media cetak dan meningkatkan simpati masyarakat. sedikit saya membaca tentang pengalaman beliau  berani menentang  pandangan di Wall Street yang “mengabaikan publik.” Deklarasi Lee ini menjelaskan bahwa publik tidak boleh diabaikan atau ditipu seperti pada masa lalu dengan menggunakan cara-cara yang dipakai agen pers. Lee mengirimkan deklarasi ini kepada semua editor dikota

"Ini bukan biro pers rahasia. Semua pekerjaan kami dilakukan secara terbuka. Kami bertujuan menyampaikan berita. Ini bukan agen advertising, jika Anda berpendapat materi kami direkayasa untuk dimuat, jangan gunakan materi kami. Materi kami isinya akurat. Detail lebih lanjut tentang subjek ini akan segera diberikan, dan setiap editor akan dibantu dengan senang hati untuk memverifikasi setiap pernyataan. Ringkasnya, rencana kami adalah secara terus terang dan terbuka, atas nama kepedulian bisnis dan institusi publik, memberikan kepada pers dan publik Amerika Serikat informasi yang segera dan akurat berkenaan dengan subjek-subjek yang berharga dan menarik perhatian publik untuk diketahui."

Pendekatan Lee yang baru ini memudahkan pekerjaan reporter yang ditugaskan untuk meliput pemogokan. Kendati para reporter tidak diizinkan untuk menghadiri konferensi pemogokan, Lee menyediakan laporan setiap pertemuan dalam bentuk “handout” (yang kini dikenal sebagai press release atau news release). Kesuksesannya dalam melakukan peliputan yang menguntungkan untuk operator pertambangan membuat Pennsylvania Railroad menyewa Parker dan Lee pada musim panas 1906. Lee menangani pekerjaan ini. Selama periode ini Lee menggunakan istilah “publisitas” (publicity) untuk mendeskripsikan apa itu PR.

Konsep dan kesuksesan Lee terus bertambah. Pada Desember 1914, Lee diangkat menjadi penasihat pribadi untuk John D. Rockefeller Jr. Keluarga Rockefeller sedang diserang hebat karena tindakan mereka dalam membubarkan pemogokan di perusahaan mereka, Colorado Fuel and Iron Company. Koran-koran dan para kritikus menyebut peristiwa ini sebagai “Bloody Ludlow” (Ludlow Berdarah) dan “Ludlow Massacre” (Pembantaian Ludlow). Para kartunis dan penulis tajuk rencana menyebut Rockefeller sebagai penjahat terbesar pada masanya. Lee bekerja untuk Rockefellers sampai John D. meninggal pada 1934, yang saat itu dipuji oleh pers sebagai dermawan masyarakat yang besar.

Ivy Lee melakukan banyak upaya yang kini menjadi dasar bagi praktek kontenporer. Meskipun dia tidak menggunakan istilah public relations sampai 1919, Lee menyumbangkan banyak teknik dan prinsip yang sekarang diikuti oleh para praktisi PR. Dia adalah salah seorang yang menyadari kesalahan publisitas yang tidak didukung oleh kerja yang baik dan salah satu dari sedikit orang yang mengatakan bahwa kinerja akan menentukan publisitas yang akan didapatkan klien.

Sepanjang 31 tahun di bidang PR, Lee mengubah cakupan dari apa yang dia lakukan publisitas ke konseling klien. Misalnya, dia mengatakan, “Jika Anda mengeluarkan pernyataan publik yang isinya tidak benar, maka pernyataan itu akan langsung ditentang. Nasihatnya melampaui publisitas. Dalam Annual Convention of the American Electric Railway Association 1916 dia mengatakan, “hubungan aktual dari perusahaan dengan rakyat harus menggunakan lebih dari sekadar perkataan — tetapi juga harus dengan perbuatan.”

Tetapi Lee tidak bebas dari kecaman. Ketika dia meninggal, dia sedang dikritik keras karena dia menjadi salah satu wakil untuk German Dye Trust, yang dikuasai oieh I. G. Farben, Lee menjadi penasihat untuk kartel ini seteiah Hitler naik ke tampuk kekuasaan di Jerman dan Nazi berkuasa Headline di media saat itu membuat pekerjaannya menjadi sensasional — LEE GIVES ADVICECE THE NAZIS dan LEE EXPOSED AS HITLER PRESS AGENT Kendati dia tak pernah menerima bayaran langsung dari pemerintah Nazi, Lee dibayar $25,000 per tahun (yang saat itu sangat besar) plus imbalan lain oleh perusahaan Farben sejak dia disewa pada 1933 sampai dia mengundurkan diri tak lama sebelum dia meninggal pada 1934. perjuangan dan pantang menyerah beliau menjadi seorang PR itu patut dicontoh.


 semoga bermanfaat teman-teman :)


PRODUKSI MEDIA CETAK & KIT



Produksi Media cetak & Kit

Pembicaraan tentang media cetak berarti membicarakan pers. Sebab terminologi pers terdiri dari: Pertama, pers dalam arti luas adalah seluruh alat komunikasi massa baik cetak maupun elektronik. Kedua, pers dalam arti sempit secara spesifik tertuju pada media cetak berbentuk surat kabar dan majalah. Dalam berbagai literatur surat kabar digunakan sebagai sebutan untuk media cetak yang content-nya mengutamakan hasil jurnalisme berbentuk berita (news). Sementara sebutan untuk pers digunakan untuk seluruh media massa tercetak yang terbit secara reguler baik yang mengutamakan jurnalisme maupun hiburan.  Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan dalam kajian tentang pers. Pertama, pendekatan etika atas eksistensi institusi pers dan prilaku pelaku profesional pers (jurnalis). Kedua, pendekatan ilmu sosial atas eksistensi institusi pers. Ketiga, pendekatan praktis atas kerja teknis pelaku profesional pers dalam institusi pers.

Titik tolak kajian tulisan ini melihat fenomena pers sebagai institusi sosial yang menjadi bagian dari komunikasi massa. Bukan semata-mata berdasarkan pendekatan praktis dan kerja teknis dalam konteks jurnalisme

Teguh Kresno Utomo, S.IP
1. Introduksi
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa media cetak termasuk pers dalam pengertian sempit. Artinya, media cetak adalah bagian dari media komunikasi massa. Untuk itu perlu dikaji dulu definisi komunikasi massa (mass communication) untuk membedakannya dengan jenis komunikasi lainnya seperti komunikasi intrapersonal (intrapersonal communication) atau komunikasi interpersonal (interpersonal communication). Secara singkat komunikasi massa dimaknai sebagai berikut: “mass communication is a process in which professional communicator use media to disseminate messages widely, rapidly, and continually to arouse intended meanings in large and diverse audiences in attempts to influence them in a variety of ways” (DeFleur, 1985).

Pers dilihat sebagai fenomena sosial dengan karakteristiknya yang khas sebagai institusi sosial. Dengan demikian peta kajiannya dapat diuraikan sebagai berikut: sistem sosial, institusi sosial, institusi media massa, institusi pers dan jurnalisme. Institusi pers menjalankan fungsinya dengan menyampaikan informasi. Nilai informasi ini dapat dilihat dalam kaitannya dengan eksistensinya dalam sistem sosial. Untuk itu institusi pers dapat menjalankan fungsi politik, ekonomi atau sosio-kultural.
Tulisan ini hanya membahas tiga pokok bahasan: Pertama, memaparkan media cetak dalam perspektif historis. Kedua, Mendiskusikan perbedaan media cetak sebagi institusi sosial dengan media cetak sebagai jurnalisme. Di sini dibicarakan konsep dasar berita; teknik mencari berita; perbedaan fakta dengan opini; aliran jurnalisme. Ketiga, memperkenalkan institusi dan manajemen media cetak yang meliputi manajemen media cetak; zona pasar media cetak; format media cetak; struktur organisasi media cetak; proses media cetak.

II. Media Cetak dalam Perspektif Historis
Dari berbagai literatur yang menitikberatkan pada content media cetak disebutkan bahwa cikal-bakal media cetak bermula pada acta duirna yaitu semacam lembaran yang ditempel pada zaman Romawi kuno. Lembaran ini memuat hal-hal yang dibicarakan dalam senat yang akan disampaikan pada warga kota. Tetapi literatur lainnya yang memusatkan perhatian pada teknologi yang dipakai menyebutkan bahwa media ini sudah ada di China kuno sebelum kertas dan alat cetak dikenal bangsa Eropa.

III. Media Cetak sebagai Institusi Sosial dan Jurnalisme
Pers atau press (Inggris) dalam Bahasa Indonesia yang kita kenal selama ini berasal dari Bahasa Belanda. Ini berarti menyiarkan berita dari barang cetakan. Sebagai mana yang telah diulas panjang lebar sebelumnya, secara singkat pembicaraan tentang pers mencakup dua pengertian. Pertama, pers sebagai institusi sosial yang berfungsi sebagai watch dog of the press bagi institusi lainnya seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif. Di sinilah manifestasi pers sebagai the fourth estate dalam sistem sosial. Masalahnya, pers tidak bisa disebut sebagai institusi sosial apabila produk jurnalistik yang dihasilkannya tidak bermakna secara sosial.

A. Konsep Dasar Berita
Berita atau NEWS (Inggris) seringkali ditafsirkan sebagai singkatan dari: North; East; West; South yang bermakna setiap realitas sosial dari empat penjuru arah mata angin berpotensi jadi berita. Tetapi tidak semua realitas sosial itu lantas serta-merta bisa dijadikan berita. Di sinilah diskursus tentang nilai berita (news worthy) dimulai. Ada anekdot yang mengatakan: “jika ada orang digigit anjing itu bukan berita, tetapi jika ada orang menggigit anjing itu baru berita”. 

B. Teknik Mencari Berita
Pertama, secara umum: (1). Observasi adalah pengamatan realitas oleh jurnalis baik secara langsung (participant observation) maupun tidak langsung (non participant observation); (2). Wawancara (interview) adalah tanya jawab baik lisan maupun tulisan dengan nara sumber yang terdiri dari pengumpulan pendapat umum (man in the street interview), wawancara mendadak (casual interview), wawancara tokoh (personal interview), wawancara nara sumber yang terkait dengan berita (newspeg interview), wawancara telepon (telephone interview), wawancara tertulis (question interview) dan wawancara kelompok (group interview); (3). Cover up adalah sejenis wawancara juga untuk menyusun suatu laporan yang dilengkapi dengan pengaruhnya terhadap masyarakat; (4). Press release adalah siaran pers yang dikeluarkan oleh nara sumber yang biasanya berbentuk institusi kepada jurnalis.

C. Perbedaan Fakta dengan Opini
Dalam konteks jurnalisme dibedakan secara tegas antara fakta (fact) dengan opini (opinion). Dunia jurnalistik mengenal tiga jenis fakta sebagai berikut: Pertama, fakta pertama: jurnalis berada di tempat kejadian dan melihat dengan mata kepalanya sendiri peristiwa yang akan diliput dan diberitakannya. Kedua, fakta kedua: jurnalis berada di tempat kejadian dan melihat dengan mata kepalanya sendiri peristiwa yang akan diliput dan diberitakannya, tetapi tidak utuh. 
Sementara opini diartikan sebagai penilaian moral jurnalis atau orang lain terhadap suatu peristiwa. Masalahnya, dalam kinerja jurnalistik sangat mustahil meniadakan sama sekali opini ini. Artinya, ketika redaktur menyeleksi hasil reportase sampai proses editing maka sesungguhnya ia telah beropini dalam kerjanya

D. Aliran Jurnalisme
Pertama, jurnalisme obyektif: membedakan dengan tegas antara fakta dengan opini. Kedua, jurnalisme baru: kombinasi sastra berupa opini jurnalis dengan teknik jurnalistik. Misalnya, jurnalisme gaya Majalah TEMPO ketika dipimpin oleh Goenawan Mohammad. Ketiga, jurnalisme investigatif: penyelidikan mendalam dalam pemberitaan. Sebagai ilustrasi terbongkarnya kasus Watergate oleh dua orang jurnalis Washington Post: Bob Woodward dan Carl Bernstein tahun 1972 yang melibatkan Presiden AS Richard Nixon yang akhirnya jatuh dari kursi kekuasaan. Ini menghasilkan penghargaan atas karya jurnalistik tertinggi di AS Pulitzer bagi kedua jurnalis tersebut. 













MARKETING PR & MICE


Marketing PR & Mice

MENGGAGAS RENCANA MARKETING PUBLIC RELATION TERPADU
Dalam dekade terakhir. PR telah menjadi lebih ilmiah dari sekadar seni. Ia menjadi sebuah disiplin sophistik marketinf dengan desain program yang didasari oleh riset yang solid dan dapat menunjukkan indikator keberhasilan.
Reviewing the situation
Sepuluh pertannyaan dasar (Ron kaatz) :
1.       Apa jenis produk dan layanan kita?
2.       Siapa target kita? Bagaimana gaya hidup mereka? Bagaimana mereka memikirkannya? Bagaiman produk & servis kita cocok dengan kehidupan mereka?
3.       Apa yang bisa kita perbuat? Apa yang mereka ingin tahu tentang produk dana layanan kita?
4.       Dari mana dan dari siapa mereka mendapatkan merek utama (prioritas) dalam proses keputusan pembelian?
5.       Apa kepentingan dan keuntungan mereka melalui kontak dengan kita?
6.       Apa yang dibutuhkan konsumen dari kita dalam membantu proses pengambilan keputusan mereka dan bagaimana kita bisa membantu pemenuhan kebutuhan tersebut?
7.       Apakah tawaran kita layak dihentikan?
8.        Apakah tawaran kita layak dijalankan? Siapa dan apa pengaruh positif buat mereka dan siapa atau apa yang bisa membuat mereka percaya?
9.       Bagaimana kita bisa menciptakan ikatan dengan mereka dan mengarahkan pada suatu hubungan positif. Rasa saling percaya?
10.   Apa karakteristik sistem penyampaian pesan yang efektif dan membantu kita mencapai semua secara maksimal?
Guna riset konsumen dalam imc
1.       Public relations contact point.
Sistem penyampaian pesan yang mempengaruhi pemaknaan atau arti merek
2.       Media research
Identifying swots
Swot analysis:
1.       Strengtht (kekuatan) punya terbaik
2.       Weaknesses (kelemahan) keterbatasan
3.       Opportunities (peluang/kesempatan) situasi dimana kekuatan perusahaan dan faktor eksternal diupayakan untuk tangani problem dalam perencanaan
4.       Threasts (ancaman) situasi yang dapat buat kerugian bagi kemampuan perusahaan mengidentifikasi masalah

Step two : setting mpr objective
Prinsip dasar mengacu pada perencanaan pemasaran terpadu

Tujuan pemasaran
1.       Memaparkan kebijakan yang harus segra dijalankan untuk mencapai tujuan penjualan
2.       Produk tidak hanya harus ada di toko namun ditampilkan dan buat elemen pengikut untuk peroleh keuntungan maksimal

Tujuan pemasaran konsumen
Produk baru : launching dengan pola uji coba (Low ticket consumables)

Target audiens untuk periode tertentu : biasanya pertahun

Steep three : Developing Mpr straregy
Diharapkan mampu menjelaskan beberapa hal utama :
1.       Desain jadwal pemasaran SHG para opinion leader, para profesional, analis industri, audiens perdagangan dan media berpengaruh, bisa diarahkan untuk mencapai publik secara maksimal.
2.       Memaksimalkan nilai berita atas sebuah produk baru, periklanan baru dan sponsorship event.

Tiga bentuk strategi MPR
1.       Supplementary/complementary strategy
2.       News/borrowed-interest strategy
3.       Push-pull-pass stratgy












Minggu, 17 Maret 2019

Grand Launching Program S2 STISIPOL Candradimuka Palembang


PRESS RELEASE
                             Grand Launching Program S2 STISIPOL Candradimuka Palembang
  


Palembang, 14 maret 2019 – Surat keputusan pendirian  S2 Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka palembang telah diterima oleh Ketua STISIPOL Candradimuka Ibu Dr.Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si dan Ketua Yayasan Seni dan Ilmu Pengetahuan Bapak H.Yudi Dewanto,S.E Pada hari kamis, 14 maret 2019 di Hotel Novotel Bandar Lampung.
Pada tahun ini STISIPOL Candradimuka akan Mengandakan Soft Launching Program Studi Magister Ilmu Komunikasi hari sabtu 23 maret 2019. pada pembukaan Sarjana Ilmu Komunikasi S2 pihak STISIPOL Candradimuka STISIPOL merencanakan mengundang  wartawan media cetak,elektronik dan media online untuk menghadiri launching program studi S2 Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang dalam bentuk konferensi pers, tepat nya di Aula Ismail Djalili STISIPOL Candradimuka Palembang.

Pihak STISIPOL juga mengundang mahasiswa para sekpolder, mereka yang dianggap mempunyai peluang besar menjadi mahasiswa STISIPOL, ada juga BUMN di instansi pemerintahan dan seterusnya. Dosen yang terlibat dalam program S2 Ilmu komunikasi ada dosen dari STISIPOL dan Dosen dari luar yaitu UNTAG,UNPAD,UNSRI dan masih banyak yang lainnya.  

Tanggapan dosen yang terlibat dalam program S2 ilmu komunikasi yaitu ibu H.Siti lady havivi, M.Soc.sc  ” yang pasti harus optimis,dan STISIPOL ini perkembanganya sangat pesat, dan harus semangat karena sebelum kita terima SK pun sudah banyak antusias yang ingin daftar di STISIPOL Candradimuka.
Tanggapan dari mahasiswa stisipol semester 8, kak puad dengan adannya ilmu komunikasi S2 di STISIPOL sangat bangga, dan jika ada uang ingin  melanjutkan S2.

                                  
Contact person:
Syelly Puspa Sari (0118046)
(Mahasiswa komunikasi Sebagai Public Relations)
Jl.veteran no.1747 Palembang
Hp: 089633813205 email : syellifoilsumsel@gmail.com  ig : Syellyps

Rabu, 13 Maret 2019

PENGALAMAN TABLE MANNER

                                                      PENGALAMAN TABLE MANNER  



                                        

Table manner

kamis 07 maret 2019 pukul 16.00-21.00 wib mungkin menjadi pengalaman pertama saya dibulan maret tahun ini. Bagaimana tidak, saya mengikuti beberapa rangkaian table manner dihotel harper palembang. Bersama dosen buk sumarni bayu anita dan teman-teman semester 2 ilmu komunikasi reg pagi.
Rangkaian pertama jam (16.00-17.00) sesi foto-foto sekitaran hotel.  Mulai dari foto ditulisan Hotel harper palembang, the harper garden,lobby,pool area, dan table manner room. Dan sesi selanjutnya itu ada yang memberi materi tentang Tata Cara Makan (Table Manner) adalah adalah aturan etiket yang digunakan saat makan, serta mencakup penggunaan yang tepat dari peralatan makan. Tedapat beberapa aturan table manner yang umum dipelajari, antara lain mengetahui jenis jamuan makan, mengatur posisi duduk, mengetahui penggunaan peralatan makan dan susunan dalam penataan peralatan makan.

Aturan Dasar Etika Makan
Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, antara lain:
1.      Duduk dengan tegak dan jangan bersandar pada kursi.
2.      Saat memegang peralatan makan, kedua siku tidak diletakkan di atas meja.
3.      Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan.
4.      Berbicara dengan volume suara yang rendah.
5.      Menutup mulut saat batuk atau bersin.
6.      Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan.
7.      Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan.
8.      Selalu meminta ijin ke pemilik acara saat akan meninggalkan meja makan atau saat akan mengangkat telepon.
9.      Letakkan sendok dan garpu searah jam 5 apabila telah selesai makan.
10.  Gunakan tusuk gigi untuk mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut.
11.  Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan.
12.  Menambahkan bumbu sebelum mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki.


Itu pengalaman pertama saya melakukan rangkaian table manner, sulit juga yaa hehehe J
Menu-menu yang disajikan kemarin itu, ada 
1. welcome bread : soft roll dan butter.
2. appetizerpink fruit salad. 
3. Soup cream chicken soup with garlic bread crouton. 
4. main course : beff katsu served with baked potatoes.Buttered vegetables dan mushroom sause
6. Dessert : tiramisu serbed with strawberry ice cream.
 

masing-masing foto diatas, memiliki tata cara makan yang berbeda dan alat makan yang berbeda pula, sumpah ribet banget ya hehehee :) maklum lah gak pernah hehe :)

Aturan Peletakkan Peralatan Makan pada Jamuan Formal



oke inilah pengalaman saya dibulan maret ini. dengan ada nya pembelajaran table manner bisa memahami aturan makan yang baik dan benar :) semoga ini juga bisa menjadi wawasan untuk kita semua.  terima kasih sudah melihat blog pribadi saya :) 


Selasa, 12 Maret 2019

PENULISAN NASKAH PR


PENULISAN NASKAH PR

Press release
Press release adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh public relations suatu organisasi atau perusahaan yang disampaikan kepada pengelola pers atau redaksi media massa (tv,radio,surat kabar,majalah) untuk dipublikasikan dalam media massa.

Bivins mengatakan meskipun semua press release yang dibuat PR memiliki Format yang sama,sebenarnya memiliki perbedaan penekanan pada informasinya, yaitu :
1.       Basic press release mencakup berbagai informasi yang terdapat di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang memiliki berbagai nilai berita untuk media lokal, regional ataupun nasional.
2.       Product releases mencangkup transaksi tentang target suatu produk khusus atau produk reguler lainnya, untuk suatu publikasi perdagangan di dalam  suatu industri.
3.       Financial release digunakan terutama dalam membina hubungan dengan pemegang saham. Umumnya banyak media lokal, regional dan nasional menyoroti masalah keuangan.

Press Release atau News release merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh praktisi PR untuk publikasi melalui media massa cetak (surat kabar dan majalah) dan media massa elektronik (TV dan radio) Kini, media cetakk online ikut menjadi salah satu media sasaran PR untuk mengirimkan press release-nya. 

Media massa setiap harinya selalu kebanjiran informasi dalam bentuk press release dimeja redaksinnya. Bisa puluhan maupun ratusan. PR mengirimkan press release karena bentuk ini masih dianggap efektif dalam publisitas PR di media massa. Supaya press release itu bisa bersaing untuk dimuat, praktisi PR harus bisa seolah menjadi reporter atau wartawan.

Pada dasarnya PR harus memahami gaya jurnalistik dalam mengirimkan press re;ease-nya. Selain itu, informasi press release harus memiliki nilai berita (news value), signifikan (penting) dab berharga sebagai berita (news worthy).

Penulisan Press release layak muat apabila cara menulisnya seperti halnya wartawan menulis berita langsung (Straight news) dengan gaya membuat lead/teras berita/ kepada berita sebagai paragraf pertama yang mengandung unsur 5W+1H.

Mengapa menggunakan piramida terbalik dalam PR? Ada tiga alasan untuk menjelaskannya:
1.       Pembaca dikategorikan sebagai orang sibuk yang mempunyai waktu yang singkat untuk mendapatka berita-berita faktual.
2.       Redaksi media massa harus memotong press release tersebut tanpa mengurangi isi pokoknya.
3.        Redaksi tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca eseluruhan press release.

                Sebelum redaksi memutuskan dibuang atau dipakai release tersebut, mereka harus tahu dengan cepat apa keseluruhan isi release itu.  Setelah menulis lead sebagai paragraf pertama, kembangkan lead itu dalam paragraf kedua untuk menjelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan. Kemudia masuk ke dalam tubuh berita. Penulisan dengan gaya piramid terbalik ini berarti menulis berita dari mulai yang sangat penting (lead) sampai kepadda semakin tidak penting. Sedangkan judul diambil dari lead (berita yang sangat penting tadi).
Lead sebagai paragraf pertama yang dianggap sangat penting oleh ABN AMRO Bank sebagai berita yang layak dimuat dimedia massa adalah tentang pembukaan bank tersebut oleh wakil gubernur jawa barat didampingi oleh dubes kerajaan belanda dan wakil presdir ABN AMRO Bank untuk asia,Australia dan Afrika.

Jumat, 08 Maret 2019

LOBI, NEGOSIASI, PRESENTASI



LOBI, NEGOSIASI, PRESENTASI

lobi berarti aktivitas yang dilakukan oleh pelobi untuk mempengaruhi pihak lain agar pihak tersebut mempunyai kepentingan dan pendapat yang sama dengan kita. Menurut Brittania Encyclopedialobbying didefinisikan sebagai semua macam percobaan oleh individu atau kelompok kepentingan tertentu untuk mempengaruhi keputusan tertentu, dalam hal ini keputusan dalam politik.

negosiasi adalah sebuah proses diskusi antara dua atau lebih peserta yang mencoba untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang tengah mereka jalani. Proses ini bisa terjadi dalam tataran antar individu ataupun antar kelompok. Negosiasi pun terkadang dibutuhkan karena setiap peserta memiliki kepentingannya masing-masing dan tidak selalu sama.

Pada intinya, praktik negosiasi lebih digunakan secara umum misalkan dalam tawar menawar harga barang. Untuk lobi, lebih familiar dalam dunia perpolitikan. Namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mengusahakan suatu hal yang belum terjadi menjadi nyata.

Pengertian Implementasi 
Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap fix. 

Negosiasi 
- Suatu proses yang dimulai ketika suatu pihak menganggap bahwa pihak lain memiliki          pandangan,sikap,anggapan yang berbeda terhadap hal-hal yang merupakan             interst/kepedulian dari pihak lainnya.
- Bernuansa konflik (yang dapay bersifat destruktif maupun konstruktif)

Berikut ini adalah sebagian ciri negosiasi apabila dilihat dari segi isinya.
a. Negosiasi menghasilkan kesepakatan
b. negosiasi menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan 
c. negosiasi merupakan sarana untuk mencari penyelesaian
d. negosiasi mengarah kepada tujuan praktis
e. negosiasi memprioritaskan kepentingan bersama

Karakteristik Negosiasi 
1. senantiasa melibatkan orang, baik sbg individu maupun perwakilah institusi (sendiri atau dalam kelompok)
2. Memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi 
3. menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu baik berupa tawar menawar (bergain) maupun tukar menukar (barter)

Negotiaton TRIANGLE
- Heart   : Karakter atau apa yang di dalam hati kita yang menjadi dasar dalam melakukan negosiasi 
- Head    : metode atau teknik-teknik yang kita gunakan dalam melakukan negosiasi
- Hands  : Kebiasaan-kebiasaan dan perilaku kita dalam melakukan negosiasi yang semakin menunjukan jam terbang kita menuju keunggulan atau kehalian dalam bernegosiasi 

Tujuan Negosiasi 
1. untuk mendapatkan atau mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan persepsi saling pengertian dan persetujuan.
2. untuk mendapatkan atau mencapai kondisi penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama 
3. untuk mendapatkan atau mencapai kondisi saling menguntungkan dimana masing-masing pihak merasa menang (win-win solution)

STRUKTUR NEGOSIASI (UMUM)
* Negosiator 
  - Penutur
  - Mitra tutur
* Pembuka 
  - Penggiringan topik/basa-basi 
* Isi
  - inti pembicaraan 
* Penutup 
  - Pengambilan keputusan
  - Penyelesaian 

Hambatan-hambatan dalam pengambilan keputusan 
- pertama : menilai terlampau dini dan puas dengan solusi pertama.
- selalu didasarkan pada pikirian menang atau kalah (terurama kita sebagai pemenang dan mereka sebagai pecundang)
- selalu berpikir bahwa masalah yang akan diselesaikan adalah masalah lawan dan bukan masalah bersama 
- selalu menggunakan srandar negosiasi dengan menunjukkan kekuasaaan/kekuatan dalam menyakinkan lawan.

Prinsip-prinsip Negosiasi
- Tori
- T : Trust (percaya)
- O : Opennes (terbuka)
- R : Responsible (saling bertanggung jawab)
- I : interdependency : saling ketergantungan antara satu dengan yang lain

Senin, 04 Maret 2019

ETIKET DAN KEPRIBADIAN (PERSONAL BRENDING)



ETIKA DAN KEPRIBADIAN
*PENGERTIAN ETIKA

 Hasil gambar untuk ETIKA
  Etika (Yunani kuno "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :


  1. Meta-etika (studi konsep etika).
  2. Etika normatif (studi penentuan nilai etika).
  3. Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
  1. Drs. O.P. Simorangkir. Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
  2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat. Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  3. Drs. H. Burhanudin Salam. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
 Pengertian etika secara umum adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan. Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi.


*PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Hasil gambar untuk kepribadian

Dalam bahasa Inggris istilah kepribadian adalah personality. Istilah ini berasal dari kata bahasa latin persona, yang berarti topeng, perlengkapan yang selalu dipakai dalam pentas drama Yunani kuno. Istilah ini kemudian diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkan konotasi baru “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”. Konotasi seperti ini seolah-olah menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah diri orang tersebut yang sebenarnya. Sebagai suatu bidang studi empiris, konotasi itu sudah banyak berubah.

Para psikologi dan filsafat nampaknya mulai sepakat, bahwa manifestasi kepribadian dapat dilihat dari :

  1. Kenyataan yang bersifat biologis
  2. Kenyataan pisikologi
  3. Kenyataan sosial

Ketiga kenyataan ini mengubah menjadi satu kesatuan yang disebut kepribadian.
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

- ETIKA
Ilmu tentang yang baik dan yang buruk tentang hak dan kewajiban moral yang berkaitan dengan pribadi dalam suatu golongan atau masyarakat.
- ETIKET
Tata cara sikap bergaul yang baik diantara orang-orang dalam memelihara hubungan baik antar sesame manusia.
Manfaat etiket dalam pergaulan sehari-hari antaranya:
− Disenangi, disegani dan dihormati orang lain.
− Memudahkan hubungan dengan orang lain.
− Memelihara suasana yang menyenangkan
− Memberi keyakinan pada diri sendiri
− Meningkatkan citra pribadi di mata masyarakat.
Macam-macam etiket dalam kehidupan sehari-hari mencakup:
A. ETIKA PERGAULAN
1. Aturan Sopan santun dalam pergaulan.
– Bahasa dan tutur kara yang baik
– Ramah
– Menghargai orang lain
– Tidak angkuh
– Tidak menyalahgunakan kedudukan, pendidikan dan kekayaan.
– Tidak lekas tersinggung.
– Dapat menahan diri dan menahan emosi.
2. Tingkah laku yang patut dihindari.
– Menampakkan muka yang masam
– Mulut bersungut
– Tangan bergerak terus
– Kaki membuat suara
– Mengeluarkan suara yang tidak baik.
– Bicara seenaknya.
– Tidak memotong pembicaraan orang lain.
B. ETIKET BERBUSANA
Etiket berbusana/berpakaian baikpria maupun wanita adalah berbusana bersih, rapi dan serasi serta sesuai dengan waktu dan buget.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berpakaian:
1. Pakaian dan kelengkapan (Sepatu, Tas, Kerudung (Bagi wanita yang berkerudung), dll)
2. Rambut dikeramas secara teratur dan disisir rapi sesuai kepribadian.
3. badan tidak menyebarkan bau keringat dll.
4. menjaga kebersihan baik kuku, tumit dan bau mulut.
5. ber dandan (mike-up) sederhana sesuai kondisi
seseorang wanita bisa dinilai berpakaian baik dan serasi kalau ia mengenakan pakaian yang cocok dengan usianya, bentuk badanya dan sesuai dengan kepribadiannya.
KEPRIBADIAN
Menurut GORDON Q. ALLPORT kepribadian dapat diartikan sebagai:
− Organisasi dinamis yang ada didalam diri dimana sistem psikofisiknya akan menentukan karakteristik cara berpikir dan cara berperilaku individu tersebut.
− Kepribadian tidak dapat diamati karena adanya didalam
− Kepribadian tidak sama dengan tingkah laku.
Pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.
a. Kepribadian matang
b. Memahami Etika
c. Melaksanakan Etiket.
Contoh kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat agar dapat memahami diri sendiri dan lingkungan:
A. TATA KRAMA BERKENALAN
1. Cara memperkenalkan diri
2. Cara meyapa orang lain
3. Cara  berjabat tangan.
B. SIKAP SANTUN
1. Cara berdiri
2. Cara duduk
3. Cara berjalan
4. Cara berbicara
Untuk mengetahui apakah kita dianggap berkepribadian matang atau tidak bergantung dari beberapa hal seperti:
ü Ada tidaknya perluasan diri
ü Apakah penyesuaian sosial ditandai atau diikuti oleh kehangatan hubungan dengan orang lain atau tidak.
ü Menerima diri apa adanya.
ü Memilih persepsi yang realistis mengenai tugas dan kemampuan
ü Mampu menilai diri secara objektif.
ü Memiliki falsafah hidup yang dapat mengarahkan sikap dan tindakannya.
Untuk itu agar seseorang bisa diterima disuatu lingkungan maka orang tersebut harus mengenal dan memahami perilaku sudah tentu tidak lepas dari masalah etiket.