Senin, 04 Maret 2019

ETIKET DAN KEPRIBADIAN (PERSONAL BRENDING)



ETIKA DAN KEPRIBADIAN
*PENGERTIAN ETIKA

 Hasil gambar untuk ETIKA
  Etika (Yunani kuno "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :


  1. Meta-etika (studi konsep etika).
  2. Etika normatif (studi penentuan nilai etika).
  3. Etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
  1. Drs. O.P. Simorangkir. Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
  2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat. Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  3. Drs. H. Burhanudin Salam. Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
 Pengertian etika secara umum adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan. Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi.


*PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Hasil gambar untuk kepribadian

Dalam bahasa Inggris istilah kepribadian adalah personality. Istilah ini berasal dari kata bahasa latin persona, yang berarti topeng, perlengkapan yang selalu dipakai dalam pentas drama Yunani kuno. Istilah ini kemudian diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkan konotasi baru “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”. Konotasi seperti ini seolah-olah menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah diri orang tersebut yang sebenarnya. Sebagai suatu bidang studi empiris, konotasi itu sudah banyak berubah.

Para psikologi dan filsafat nampaknya mulai sepakat, bahwa manifestasi kepribadian dapat dilihat dari :

  1. Kenyataan yang bersifat biologis
  2. Kenyataan pisikologi
  3. Kenyataan sosial

Ketiga kenyataan ini mengubah menjadi satu kesatuan yang disebut kepribadian.
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

- ETIKA
Ilmu tentang yang baik dan yang buruk tentang hak dan kewajiban moral yang berkaitan dengan pribadi dalam suatu golongan atau masyarakat.
- ETIKET
Tata cara sikap bergaul yang baik diantara orang-orang dalam memelihara hubungan baik antar sesame manusia.
Manfaat etiket dalam pergaulan sehari-hari antaranya:
− Disenangi, disegani dan dihormati orang lain.
− Memudahkan hubungan dengan orang lain.
− Memelihara suasana yang menyenangkan
− Memberi keyakinan pada diri sendiri
− Meningkatkan citra pribadi di mata masyarakat.
Macam-macam etiket dalam kehidupan sehari-hari mencakup:
A. ETIKA PERGAULAN
1. Aturan Sopan santun dalam pergaulan.
– Bahasa dan tutur kara yang baik
– Ramah
– Menghargai orang lain
– Tidak angkuh
– Tidak menyalahgunakan kedudukan, pendidikan dan kekayaan.
– Tidak lekas tersinggung.
– Dapat menahan diri dan menahan emosi.
2. Tingkah laku yang patut dihindari.
– Menampakkan muka yang masam
– Mulut bersungut
– Tangan bergerak terus
– Kaki membuat suara
– Mengeluarkan suara yang tidak baik.
– Bicara seenaknya.
– Tidak memotong pembicaraan orang lain.
B. ETIKET BERBUSANA
Etiket berbusana/berpakaian baikpria maupun wanita adalah berbusana bersih, rapi dan serasi serta sesuai dengan waktu dan buget.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berpakaian:
1. Pakaian dan kelengkapan (Sepatu, Tas, Kerudung (Bagi wanita yang berkerudung), dll)
2. Rambut dikeramas secara teratur dan disisir rapi sesuai kepribadian.
3. badan tidak menyebarkan bau keringat dll.
4. menjaga kebersihan baik kuku, tumit dan bau mulut.
5. ber dandan (mike-up) sederhana sesuai kondisi
seseorang wanita bisa dinilai berpakaian baik dan serasi kalau ia mengenakan pakaian yang cocok dengan usianya, bentuk badanya dan sesuai dengan kepribadiannya.
KEPRIBADIAN
Menurut GORDON Q. ALLPORT kepribadian dapat diartikan sebagai:
− Organisasi dinamis yang ada didalam diri dimana sistem psikofisiknya akan menentukan karakteristik cara berpikir dan cara berperilaku individu tersebut.
− Kepribadian tidak dapat diamati karena adanya didalam
− Kepribadian tidak sama dengan tingkah laku.
Pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.
a. Kepribadian matang
b. Memahami Etika
c. Melaksanakan Etiket.
Contoh kepribadian dalam kehidupan bermasyarakat agar dapat memahami diri sendiri dan lingkungan:
A. TATA KRAMA BERKENALAN
1. Cara memperkenalkan diri
2. Cara meyapa orang lain
3. Cara  berjabat tangan.
B. SIKAP SANTUN
1. Cara berdiri
2. Cara duduk
3. Cara berjalan
4. Cara berbicara
Untuk mengetahui apakah kita dianggap berkepribadian matang atau tidak bergantung dari beberapa hal seperti:
ü Ada tidaknya perluasan diri
ü Apakah penyesuaian sosial ditandai atau diikuti oleh kehangatan hubungan dengan orang lain atau tidak.
ü Menerima diri apa adanya.
ü Memilih persepsi yang realistis mengenai tugas dan kemampuan
ü Mampu menilai diri secara objektif.
ü Memiliki falsafah hidup yang dapat mengarahkan sikap dan tindakannya.
Untuk itu agar seseorang bisa diterima disuatu lingkungan maka orang tersebut harus mengenal dan memahami perilaku sudah tentu tidak lepas dari masalah etiket.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar