Rabu, 17 April 2019

RISET PR


RISET PR


  1. 4 tahap penelitian PR yang efektif:

  2.  1. Research: memberikan informasi yang diperlukan untuk memahami kebutuhan publik dan untuk mengembangkan pesan yang kuat 
  3. 2. Planning: proses menetapkan tujuan dan sasaran dan menentukan cara untuk menemui mereka, disebut sebagai fungsi sentral dari manajemen 
  4. 3. Communication: adalah terkait dengan strategi pesan, membuat pesan lebih menarik dan persuasif kepada masyarakat 
  5. 4. Measurement: teknik pengukuran menyediakan sarana untuk menunjukkan kepada manajemen bahwa PR adalah untuk mencapai tujuan dan kontribusi dalam cara yang berarti bagi organisasi.

  6. 3. The Public Relations Process Research & analysis Policy information Programming Communication Feedback Program assessment & adjustment

  7. 4. Step 1 : Research & analysis • Menentukan masalah PR dan peluang nya • Mencari umpan balik dari masyarakat , laporan media, komentar editorial , analisis data trend , penelitian lain , pengalaman pribadi , dan peraturan pemerintah.
  8.  Step 2 : Policy formulation • PR sebagai penasehat manajemen puncak , membuat rekomendasi kebijakan & tindakan apa yang harus diambil 
  9. Step 3 : Programming • Setelah kebijakan atau tindakan yang disepakati , PR mulai merencanakan program komunikasi • Menetapkan tujuan , menentukan khalayak , memutuskan strategi apa yang akan digunakan pada waktu tertentu 
  10. Step 4 : Communicatio n • PR mengeksekusi program melalui cara seperti : website, rilis berita acara khusus , pidato , program hubungan masyarakat , dll 
  11. Step 5 : Feedback • Efek diukur dengan umpan balik 
  12. Step 6 : Assessment • Siklus tersebut diulang • Keberhasilan atau kegagalan dari program atau kebijakan dinilai sebagai cara untuk menentukan upaya tambahan diperlukan , masalah baru , peluang

  13. 5. Peran Penelitian 
  14. • Penilitian adalah bentuk dalam mendengarkan dengan teliti. • “Research is the controlled, objectives, and systematic gathering of information for the purpose of describing and understanding" – Broom and Dozier (Using Research in PR) Ada 2 kriteria yang dipertimbangkan untuk proses mendengarkan:
  15.  1. Validitas 
  16. 2. Reliabilitas

  17. 6. Peran dan Ruang Lingkup Penelitian
  18.  • Penelitian ini sering menjadi dasar untuk mengevaluasi program setelah program selesai. 
  19. • Hasil evaluasi dapat menyebabkan akuntabilitas dan kredibilitas dengan manajemen atas “upper management”(chp. 8)

  20. 7. Using Research PR menggunakan penelitian ini dengan cara berikut: 
  21. 1. untuk mencapai kredibilitas dengan manajemen 
  22. 2. untuk menentukan audiens dan publik segmen 
  23. 3. untuk merumuskan strategi
  24.  4. untuk menguji pesan 
  25. 5. untuk membantu manajemen tetap berhubungan 
  26. 6. untuk mencegah krisis 
  27. 7. untuk memantau kompetisi 
  28. 8. untuk mempengaruhi opini publik 
  29. 9. untuk menghasilkan publisitas 
  30. 10. untuk mengukur keberhasilan

  31. 8. Teknik Penelitian (2) 
  32. 1. Secondary Research
  33.  2. Primary Research
  34. 9. Teknik Penelitian: Secondary Research (3) 
  35. 1. Archival Research: mencakup pernyataan kebijakan organisasi, inti pidato eksekutif, masalah masa lalu karyawan, newsletter dan majalah, laporan masa lalu tentang public relations, usaha pemasaran, dan berita kliping.
  36.  2. Library and Online Database: Library; referensi buku, jurnal akademik, dan berbagai publikasi yang ada di setiap kota dan perpustakaan universitas. Online database; ProQuest, Factiva, LexisNate berisi abstrak atau ribuan teks penuh, bahkan jutaan dari sebuah artikel.
  37. 10. Teknik Penelitian: Secondary Research PR menggunakan database online untuk: • fakta penelitian untuk mendukung proyek yang diusulkan atau kampanye yang memerlukan persetujuan manajemen puncak 
  38. • tetap mengikuti berita tentang klien dan pesaing 
  39. • melacak kampanye organisasi media dan pengumuman pers competitor
  40.  • mencari kutipan khusus atau statistik yang mengesankan dalam pidato atau laporan 
  41. • mengikuti reaksi pers dan bisnis untuk tindakan terbaru dalam organisasi
  42. 11. Teknik Penelitian: Secondary Research (3) 3. The World Wide Web: Peneliti dapat menggunakan spesifik profesi dalam media sosial, seperti PROpenMic.org dan newsgroup seperti PROFORUM. Selain itu, ada juga seperti: 
  43. • Yahoo!-based PR discussion groups
  44.  • NYCPublicRealtionsGroup 
  45. • SmallPRAgencyPros
  46.  • PRBytes 
  47. • PRMindshare
  48.  • PRQuorum
  49.  • YoungPRPros

  50. 12. Primary Research : Jenis Penelitian 2. Quantitative research 1. Qualitative research Dalam Primary Research ada 2 jenis penelitian:

  51. 13. Jenis Penelitian: Metode Kualitatif 1. Content Analysis 2. Interviews 3. Focus Group 4. Copy Testing 5. Ethnographic Techniques

  52. 14. Metode Kualitatif: Content Analysis 
  53. 1. Persentase menguntungkan, netral, dan negatif menyebutkan tentang perusahaan atau produk atau layanan 
  54. 2. Kesamaan dari artikel dan saat siaran 
  55. 3. Prosentase artikel yang berisi pesan kunci menunjukkan bahwa organisasi ingin berkomunikasi
  56. 15. Metode Kualitatif: Interviews 2 jenis wawancara 
  57. • Intercept interview/Convenience poll: orang-orang dicegat di tempat-tempat umum dan dimintai pendapat mereka. Relatif lebih mudah untuk berdiri di mall daripada berbicara dengan orang lain. 
  58. • Purposive Interviewing: diwawancarai berdasarkan keahlian, pengaruh dan kepemimpinan didalam masyarakat.
  59. 16. Metode Kualitatif: Focus Group 
  60. • Melakukan diskusi dalam jumlah terbatas dengan sejumlah responden terpilih membahas tematik tertentu dan mengambil banyak masukan dan kritik dari mereka.
  61. 17. Metode Kualitatif: Copy Testing Pesan dibuat tidak sesuai dengan karekteristik dan kapasitas audience, riset ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman audience terhadap suatu pesan.
  62. 18. Metode Kualitatif: Ethnographic Technique Melakukan teknik etnografis dengan cara observasi perilaku individu atau kelompok (terjun langsung dalam kehidupan publik)
  63. 19. Jenis Penelitian: Metode Kuantitatif 1. Random Sampling: Secara statistik, artinya semua orang sebagai terget audience. Seringkali disebut juga ‘probability sample’. 2. Sample Size: tujuan utama mendapatkan data adalah untuk mendapatkan indikasi dari perilaku dan opini, bukan prediksi. Oleh karena itu, tidak selalu dibutuhkan atau menggunakan sampling ilmiah.
  64. 20. Questionnaire Construction Kategori jawaban Kebenaran secara politis Pertimbangkan waktu dan konteks Menghindari kalimat yang menyimpang Tata bahasa 1 2 3 4 5
  65. 21. How to Reach Respondents 1. Mailed Questionnaires 2. Telephone Surveys 3. Personal Interviews 4. Omnibus and Piggyback Surveys 5. Web and E-Mail Surveys
  66. 22. Mailed Questionnaire • Kuesioner surat memiliki respon yang rendah. 1. Kuesioner perusahaan komersial kepada masyarakat umum biasanya: 1 - 2 % 2. Survei menyangkut isu yang mempengaruhi masyarakat umum: 5 - 20 % 3. Kuesioner dikirimkan oleh suatu organisasi untuk para anggotanya: 30 - 80 %
  67. 23. Personal Interviews Wawancara pribadi dapat menghasilkan banyak informasi jika pengaturan dikendalikan selama terdapat konsentrasi orang dengan minat yang sama.
  68. 24. Telephone Surveys Keuntungan survei melalui telepon: 1. Ada tanggapan langsung atau tidak. 2. Pemberitahuan melalui telepon bersifat pribadi. 3. Sebuah panggilan telepon lebih efektif daripada pergi dari pintu ke pintu dan mewawancarai orang-orang. 4. Nilai tanggapan, jika survei benar dan dilakukan oleh pewawancara terlatih, kebenarannya dapat mencapai 80 hingga 90 persen. Kerugian utama dari wawancara telepon adalah kesulitan dalam mendapatkan akses ke semua nomor telepon.
  69. 25. Omnibus and Piggybank Surveys • Omnibus Survey: mengumpulkan beberapa organisasi disuatu tempat untuk melakukan sebuah beberapa pertanyaan penelitian. • Piggybank Survey: Sebuah organisasi “membeli” sebuah pertanyaan dalam survei nasional yang dilakukan oleh organisasi survei.
  70. 26. Web and E-Mail Surveys Ada beberapa metode untuk menarik responden ke situs Web: 1. Iklan banner mengumumkan survei di situs Web lain atau jaringan online 2. E-mail undangan kepada khalayak sasaran 3. menelepon individu dengan undangan untuk berpartisipasi 4. mengirimkan kartu pos.
  71. 27. Festival Jajanan Bango • Merujuk data MARS, tahun 2008 nilai bisnis kecap masih di angka Rp 3,21 triliun. Angka tersebut terus bertumbuh tiap tahunnya, dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahun mencapai 3,8%. • Di tahun 2013, nilai bisnis kecap di Tanah Air menembus Rp 7,14 triliun. • Dalam kasus tersebut Unilever menggunakan ‘Secondary Research’ untuk melakukan sebuah programnya. Program itu akan memperkuat persepsi bahwa Bango peduli terhadap pelestarian budaya. Efek ini menimbulkan efek positif bagi merek Bango mix.co.id
  72. 28. Program CSR Unliver berdasarkan Riset
  73. 29. #brightfuture project Unilever meluncurkan iklan Program CSR tersebut, berangkat dari fakta bahwa hingga kini masih banyak orang yang mandi, mencuci, dan buang air besar di sungai yang sama, tanpa menyadari bahaya kesehatan yang mengancam. Dalam kasus tersebut Unilever menggunakan Metode Kuantitatif untuk melakukan #brightfutre project.
  74. 30. Feedback #brightfuture

Tidak ada komentar:

Posting Komentar